PERGI UNTUK KEMBALI

PERGI UNTUK KEMBALI 

Bacaan Setahun:
Hakim Hakim 18:1 – 19:30
Yohanes 8:12–30
Mazmur 60:5–12

“Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang- orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 1:10-11)

Hari ini adalah Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus yaitu memperingati peristiwa ketika Yesus Kristus naik ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya (Kisah Para Rasul 1:9-11). Dibandingkan dengan perayaan Natal atau Paskah, Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus sering terasa “kurang populer”, padahal secara teologis memiliki makna yang sangat besar. Secara psikologis, kita lebih mudah terhubung dengan peristiwa Natal yang memperingati kelahiran Yesus karena memberikan sebuah pengharapan dan peristiwa Paskah yang menunjukkan pengorbanan dan kasih Kristus melalui peristiwa salib dan kebangkitan. Kenaikan Yesus Kristus ke surga terlihat seperti “Yesus pergi” dan dimaknai sebagai sebuah perpisahan dan penutup cerita, bukan puncak kemenangan.

Dari sudut pandang Kerajaan Allah, kenaikan Yesus ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah (Markus 16:19) adalah momen ketika Yesus resmi menjadi Raja yang memerintah. Sebuah transisi dari karya penebusan kepada pemerintahan kerajaan di mana Kerajaan Allah mulai dinyatakan secara aktif melalui gereja. Tanpa kenaikan Yesus Kristus tidak ada jaminan bahwa dunia ini sedang berada di bawah otoritas-Nya dan tidak ada dasar bagi gereja untuk bermisi. Salib sebagai simbol kemenangan Sang Raja dan peristiwa kebangkitan adalah validasi kemenangan itu, tetapi kenaikan Yesus sebagai penobatan Sang Raja yang secara resmi memerintah atas seluruh bumi di mana kerajaan Allah hadir dalam kehidupan orang percaya.

Kenaikan Yesus juga membuka jalan bagi pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2). Murid-murid dan kita semua tidak lagi bergantung pada kehadiran Yesus secara fisik, la menggantikan kehadiran fisik-Nya dengan kehadiran Roh Kudus yang memperlengkapi kita dengan kuasa untuk menjadi saksi. Roh Kudus adalah perpanjangan otoritas Raja di dalam dan melalui umat-Nya. Sebelum kenaikan Allah hadir bersama manusia (Immanuel – God with us), tetapi Sesudah kenaikan Allah hadir di dalam manusia melalui Roh Kudus (God in us). Jadi peristiwa kenaikan Yesus merupakan peningkatan kualitas relasi, bukan kehilangan. Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus juga memberikan pengharapan akan kedatangan-Nya kembali sebab para malaikat berkata bahwa Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama seperti la naik. Ini memberikan kepastian bahwa Kerajaan Allah akan digenapi secara sempurna.

Kenaikan Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa iman Kristen bukan hanya tentang masa lalu (salib dan kebangkitan), tetapi juga tentang masa kini di mana Kristus memerintah atas hidup kita dan masa depan di mana Kristus akan datang kembali. la bukan Tuhan yang “pernah ada”, tetapi Raja yang sedang memerintah hari ini. Yesus tidak hanya menyelamatkan kita, dan naik ke surga untuk memerintah tetapi la juga memenuhi kita dengan Roh-Nya supaya kita dapat hidup di bawah pemerintahan-Nya dan menjalankan misi-Nya. (RSN)

Questions:
1. Apakah hidup kita sudah tunduk kepada Raja yang naik ke sorga dan memerintah di dalam hidup kita?
2. Apakah makna kenaikan Yesus Kristus bagi hidup Anda? Diskusikan!

Values:
Kenaikan Tuhan Yesus ke surga bukan perpisahan atau akhir cerita, melainkan puncak kemenangan, awal pemerintahan-Nya atas seluruh bumi, dan pengharapan akan kedatangan-Nya kembali.

Kingdom Quotes:
Tanpa kenaikan Yesus Kristus tidak ada jaminan bahwa dunia ini sedang berada di bawah otoritas-Nya dan tidak ada dasar bagi gereja untuk bermisi.