PERJUANGAN SEORANG IBU

PERJUANGAN SEORANG IBU 

Bacaan Setahun: 
Yes. 46-47,  Luk. 19 

“Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.” (1 Samuel 1:11)

Bulan Desember menandakan bahwa kita memasuki akhir tahun 2023. Kembali kita mengingat bahwa di Indonesia, hari ibu diperingati tanggal 22 Desember. Apa yang menarik dengan peringatan hari Ibu? Bagi yang mengikuti sejarah perjuangan Indonesia, hari ibu dimulai dengan perjuangan RA Kartini dalam membawa kesetaraan antara pria dan wanita, dilanjutkan oleh Tjut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan sebagainya, hingga muncul pemimpin-pemimpin wanita seperti Walikota, Gubernur bahkan Presiden. Ini semua karena perjuangan seorang wanita yang juga adalah seorang ibu. Begitu banyak pengorbanan seorang ibu yang bisa kita catat, baik itu buat keluarga terlebih buat anak-anaknya. Kita mengenal peribahasa ”Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan” artinya kasih ibu itu dilakukan sepanjang hidupnya sampai akhir hayatnya.

Di Alkitab kita mengenal Hana isteri dari Elkana, seorang ibu yang berjuang agar ia dikaruniai anak. Ia diperlakukan tidak adil oleh Penina yang juga isteri dari suaminya (1 Samuel 1:6) “Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya.” Ia menderita penghinaan karena kemandulannya. Kemandulan memang sering dianggap sebagai aib, bahkan hukuman Tuhan. Penderitaan Hana terasa bertambah karena suaminya tidak memahami perasaannya. Maka ketika berada di rumah Tuhan, Hana memohon kepada Allah agar ia dianugerahi seorang putra. Ia bernazar bahwa anak itu akan dipersembahkan kepada Allah, sejak masa kanak-kanaknya.

Itulah yang dilakukan Hana setelah Tuhan ”mengingat” dirinya dan mengabulkan permintaannya. Ucapan syukur Hana tercermin dari nama putranya, Samuel. Samuel adalah pemberian Allah. Oleh karena itu sebagai persembahan syukur, Samuel dipersembahkan untuk melayani Tuhan sekehendak-Nya. Inilah persembahan yang berkenan kepada-Nya : ”seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada Tuhan.”

Banyak keluarga melihat sikap Hana ini sebagai teladan untuk mempersembahkan anak sulung sebagai hamba Tuhan. Tentu tidak setiap anak sulung dari keluarga Kristen, Tuhan pilih dan panggil untuk menjadi hamba-Nya secara khusus. Jauh lebih penting bagi kita untuk melihat teladan Hana sebagai respon yang tepat terhadap anugerah. Berikan yang terbaik, yang Tuhan mau kita persembahkan sebagai ucapan syukur dan pengakuan, bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan semata. Allah menyelesaikan semua permohonan umat-Nya secara bertahap. Karena itu teladanilah Hana yang sabar dan setia, Amin. (AU)

Questions:
1. Siapakah tokoh wanita (ibu) di dalam Alkitab yang bisa menginspirasi Anda? Diskusikan!
2. Bagaimana perjuangan seorang ibu buat anakanaknya menurut Anda?

Values:
Allah menyelesaikan semua permohonan umat-Nya secara bertahap. Karena itu teladanilah Hana yang sabar dan setia.

Kingdom’s Quotes:
Jika doamu dikabulkan Tuhan, jangan lupa bersyukur dan bersikaplah bahwa Tuhan akan selalu yang utama di hidupmu.