PERKATAAN YANG MEMBANGUN
Bacaan Setahun:
Hosea 6:1 – 7:16
Roma 7:7–25
Mazmur 88:9–18
“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Timotius 4:12b)
Begitu sering kita mendengar pelayan gereja mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas keluar dari mulut seorang percaya. Padahal, perkataan dapat menjadi berkat, atau sebaliknya. Karena itu, kita perlu berhati-hati dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut kita.
Firman Tuhan kepada Timotius berkata, “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu….” Namun kenyataannya, tidak sedikit orang Kristen yang ketika berada di luar gereja justru sulit mengendalikan perkataannya. Masih ada yang suka mengumpat, berkata kasar, membicarakan kelemahan orang lain, atau bergosip.
Padahal, mulut kita memiliki pengaruh yang besar. Ada orang yang dikuatkan, dipulihkan, dan dibangkitkan semangat hidupnya karena mendengar perkataan yang baik. Sebaliknya, ada juga orang yang terluka, hancur, bahkan kehilangan harapan karena ucapan yang menyakitkan. Luka akibat perkataan sering kali tidak terlihat, tetapi dapat membekas sangat dalam.
Karena itulah, seorang pemimpin atau pelayan Tuhan tidak boleh dipilih sembarangan. la harus dapat dipercaya dan mampu membangun orang lain. Rasul Paulus mempercayakan pelayanannya kepada Timotius karena melihat iman Timotius yang tulus, kesetiaannya, kasihnya, kesuciannya, serta perkataannya yang membangun. Paulus memahami bahwa karakter seseorang terlihat dari cara ia berbicara dan memperlakukan orang lain.
Kolose 4:6 berkata, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Perkataan yang penuh kasih adalah ucapan yang lahir dari hati yang dipenuhi kasih Tuhan sehingga dapat membangun, menghibur, dan menguatkan orang lain.
Efesus 4:29 juga mengingatkan, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Artinya, setiap perkataan kita seharusnya membawa dampak yang baik bagi orang lain.
Hari ini, mari belajar menjaga mulut dan ucapan kita. Sebelum berbicara, tanyakan pada diri sendiri: apakah perkataan ini membangun atau justru melukai? Apakah ucapan ini membawa damai atau menambah luka? Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat, termasuk melalui kata-kata yang kita ucapkan setiap hari. Biarlah setiap ucapan yang keluar dari mulut kita menjadi berkat, membawa penghiburan, dan memuliakan nama-Nya. Amin. (AU)
Questions:
1. Apakah perkataan Anda selama ini lebih sering membangun atau melukai orang lain?
2. Adakah ucapan atau kebiasaan berbicara yang perlu Anda ubah di hadapan Tuhan?
Values:
Perkataan yang dipenuhi kasih dapat menjadi alat Tuhan untuk menguatkan, menghibur, dan membawa kehidupan bagi orang lain.
Kingdom Quotes:
Perkataan yang keluar dari mulut kita mencerminkan keadaan hati kita.