PERSIAPAN KEKEKALAN
Bacaan Setahun:
Kis. 28:17-31
1 Sam. 6-7
Mzm. 53
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya” (Pengkhotbah 3:1)
Saat liburan mendekat, kita sering sibuk mempersiapkan segala sesuatunya—menentukan tujuan, merancang rencana perjalanan, mengemas barang-barang yang diperlukan, hingga memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan. Semua itu dilakukan agar liburan berjalan lancar dan menyenangkan. Hati kita penuh kegembiraan, berharap tidak ada halangan atau gangguan kesehatan yang menghambat momen liburan tersebut.
Namun, jika kita begitu serius mempersiapkan hal-hal duniawi seperti liburan, mengapa kita tidak melakukan persiapan yang lebih penting, yaitu menghadapi kekekalan setelah hidup ini berakhir? Bukankah tujuan akhir kita adalah tinggal di surga bersama Kristus? Tidak seorang pun ingin masuk neraka, tetapi sudahkah kita benar-benar bersiap untuk hidup kekal bersama-Nya?
Sebagai umat Kristen, kita patut bersyukur karena Kristus sendiri telah menjamin tempat tinggal bagi kita di surga. Yohanes 14:2-3 menegaskan, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” Ayat ini menunjukkan bahwa Kristus akan menjemput kita, asalkan kita hidup dalam kehendak-Nya.
Agar dikenal oleh Kristus, kita harus hidup sesuai ajaran-Nya—mengasihi dan mengampuni. Roma 12:10 berkata, “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” Sebagai orang percaya, kita harus selalu berbuat baik, menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama, dan menjauhi segala bentuk kejahatan yang dapat merusak kasih persaudaraan.
Selain itu, kita juga harus belajar mengampuni dan meminta maaf. Matius 6:14-15 mengingatkan, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Mengampuni sesama dan meminta maaf atas kesalahan kita adalah bagian dari perjalanan iman yang mendamaikan hati kita dengan Kristus.
Mari kita persiapkan hidup ini bukan hanya untuk hal-hal fana, tetapi juga untuk kekekalan. Dengan mengasihi, mengampuni, dan hidup dalam kebenaran-Nya, kita memastikan bahwa Kristus mengenal kita dan akan membawa kita bersama-Nya di dalam kemuliaan kekal kelak. (AS)
Questions:
1. Mengapa kita perlu mempersiapkan diri untuk kekekalan seperti halnya mempersiapkan liburan?
2. Bagaimana cara agar Kristus mengenal kita dan menjemput kita ke tempat-Nya?
Values:
Hidup dengan iman dan kasih, mempersiapkan diri untuk kekekalan dengan mengikuti ajaran Kristus dalam kasih, pengampunan, dan perbuatan baik.
Kingdom Quotes:
Seperti kita mempersiapkan liburan dengan sungguh-sungguh, demikian juga kita harus mempersiapkan diri untuk kekekalan bersama Kristus.