PERSIAPAN PERNIKAHAN

PERSIAPAN PERNIKAHAN 

Bacaan Setahun:

Wahyu 17, Yes. 1-2, Mzm. 108

“Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.” (Wahyu 19:7)

Bagi pasangan yang akan mempersiapkan pernikahan tentu mengalami yang namanya ribet mengurus segala keperluan pernikahan. Tidak heran kalau kebanyakan calon pasangan pengantin menggunakan jasa wedding organizer, untuk menolong mereka mempersiapkan segala sesuatunya agar semua dapat berjalan dengan baik sesuai harapan mereka.

Dari sini kita dapat memetik sebuah pelajaran, betapa pentingnya sebuah persiapan. Bila tidak ada persiapan, maka bisa kita bayangkan kekacauan seperti apa yang akan terjadi. Fakta di lapangan yang sering saya jumpai, tidak sedikit calon pasangan pengantin dan pihak keluarga bisa mengalami keributan atau salah paham ketika meeting untuk membicarakan detail persiapan pernikahan mereka. Sudut pandang calon pasangan pengantin dengan orang tua masing-masing mengenai konsep dan detail persiapan kadang berbeda. Kecenderungan yang ada, calon pasangan pengantin maunya persiapan yang simple, tidak ribet, namun acara tetap berkesan. Sedangkan, pihak orang tua biasa lebih banyak menyampaikan hal-hal detail, ‘printilan’, aturan-aturan, yang kadang tidak terpikirkan oleh kedua calon pengantin, yang justru dianggap ribet oleh kebanyakan calon pasangan pengantin. Kadang, untuk mengantisipasi segala kemungkinan, maka tim wedding organizerlah yang menolong mempersiapkannya.

Menyambut pernikahan, seharusnya kita semua sebagai calon mempelai wanita Kristus harus excited, penuh gairah saat mempersiapkannya, bukan? Rasul Yohanes, dalam penglihatan yang ia alami mengatakan, “Marilah kita bersukacita, bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba!” Mempersiapkan pernikahan bukan sebagai beban, melainkan sebagai sesuatu yang kita nanti-nantikan. Kita tidak sembarangan, tidak sembrono, tidak main-main dalam proses persiapan yang ada. Untuk persiapan pernikahan di dunia saja kita tidak asal-asalan persiapannya, apalagi untuk persiapan pernikahan Anak Domba. Pastikan sebagai pengantin-Nya, kita telah siap sedia!

Menyambut pernikahan Anak Domba tidak bisa memakai jasa wedding organizer, masing-masing kitalah yang mempersiapkan diri. Tidak ada satu pun yang tahu waktu dan saatnya tiba. Oleh sebab itu, kita perlu hidup sungguh-sungguh, hidup di dalam pertobatan yang benar, menjaga pakaian kita putih bersih, dengan melakukan hal-hal yang benar dan mulia, memastikan pelita doa kita terus menyala dan minyak urapan yang ada di dalam kita tersedia. “Maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat” (Wahyu 3:18). (LA)

Questions:

1. Sebagai calon mempelai pengantin, bagaimana seharusnya perasaan kita saat melakukan persiapan pernikahan?
2. Hal apa saja yang harus kita persiapkan sebagai calon mempelai Kristus dalam proses penantian?

Values:

Hal terpenting di dalam sebuah acara pernikahan adalah persiapan. Bukan hanya soal persiapan acara, namun persiapan diri calon mempelainya.

Kingdom Quotes:

Persiapan menentukan result. Jangan meremehkan persiapan, terlebih persiapan pernikahan Anak Domba, di mana Anda adalah calon pengantin-Nya!