PERSONAL BRANDING
Bacaan Setahun:
Kej. 47:13 – 48:22
Mat. 16:21 – 17:13
Ams. 3:1–10
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri…” (1 Petrus 2:9a)
Pernah dengar istilah personal branding? Di era digitalisasi saat ini, begitu gencarnya para influencer membangun personal branding, untuk menarik followers sebanyak banyaknya. Media sosial sebagai sarana yang begitu memikat dan memukau bagi para influencer untuk memperkenalkan dirinya kepada kalangan luas, bahkan melalui itu pula mereka dapat meraup cuan (keuntungan) dengan nilai yang fantastis. Semakin kuat personal branding yang dibangun oleh influencer tersebut, maka semakin kuat juga dukungan yang ia peroleh, ia akan dijadikan trend center oleh kalangan publik. Sebaliknya, bila influencer tersebut mengalami cacat personal branding, maka tidak sedikit juga publik akan memberikan hujatan dan komentar pedas, dan menarik diri dari follower menjadi unfollower.
Sangat memprihatinkan memang kalau personal branding kita ditentukan oleh seberapa banyak followers kita. Padahal belum tentu orang yang menjadi followers tersebut benar-benar mengenal karakter dan kehidupan kita. Sebagai warga Kerajaan, yang harus kita tanamkan di dalam mindset kita bahwa kita adalah putra dan putri Kerajaan, nilai yang kita bangun dan terapkan adalah nilai Kerajaan, budaya yang membranding kehidupan kita adalah budaya Kerajaan, bahkan sistem atau aturan pemerintahan yang kita patuhi dan terapkan di dalam kehidupan kita sebagai warga Kerajaan Allah adalah sistem pemerintahan Kerajaan Allah, di mana Firman Tuhan adalah hukum tertinggi yang menata kehidupan kita sebagai warga Kerajaan Allah, tujuannya agar kita segambar dan serupa dengan Allah.
Branding yang dibangun dunia berbeda dengan branding yang dibangun putra dan putri Kerajaan Allah. Sejatinya, kita adalah anak-anak Allah, otomatis DNA Allah sebagai Bapa kita ada di dalam diri kita. Karakter dan sifat-sifat Allah, nilai-nilai Kebenaran yang dilegacykan kepada kita, akan membentuk personal branding kita sebagai representasi dari Kerajaaan Allah. Itu sudah lebih dari cukup, yang membuat kita berbeda dari dunia ini. Nilai dan budaya Kerajaan Allah itu harus mendarah daging di dalam kehidupan kita, dan jangan sedikit pun kompromi dengan dunia ini, sekalipun dunia berusaha memberikan penawaran khusus agar kita terpikat olehnya.
Personal branding kita adalah, “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri,..” Bukan hasil usaha kita yang membuat khalayak terpesona menjadi follower kita, melainkan keserupaan dengan Kristus (Christlikeness) yang menarik khalayak datang kepada Kristus, dan menjadikan mereka sebagai murid Kristus. (LA)
Questions:
1. Jelaskan apa tujuan para influencer membangun personal branding?
2. Bagaimana kita sebagai warga Kerajaan Allah, membangun personal branding kita?
Values:
LIGHT aadalah personal branding setiap warga Kerajaan Allah, memancar alami dari dalam dan menjadi pusat perhatian sekitarnya.
Kingdom Quotes:
Jika Anda adalah representasi dari Kerajaan Allah, maka personal branding Kerajaan Allah akan melekat pada diri Anda, tunjukkan dan saksikan!