PISAU DI TANGAN MANUSIA

PISAU DI TANGAN MANUSIA 

Bacaan Setahun:
Hosea 1:1 – 2:23
Roma 6:1–14
Mazmur 87:1–7

“Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.” (Amsal 16:22)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju pesat namun kebodohan manusia yang ditutupi doktrin yang salah juga semakin membutakan orang sehingga penilaian akal sehat tentang apa yg baik, apa yang benar dan apa yang salah semakin membuat manusia semakin menjauh dari kata pintar.

Dalam sebuah debat, ada seseorang yang menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan perkembangan teknologi karena teknologi bukan berasal dari Tuhan. Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa penggunaan atau pemanfaatan suatu ciptaan harus dilihat dari tujuan awal penciptaannya. Menurutnya, teknologi diciptakan untuk membunuh.

Tetapi belum paham kah kita, sebilah pisau pada akhirnya hanyalah sebuah alat Apakah orang yang mengatakan bahwa teknologi bukan dari Tuhan lupa bahwa Tuhan mengaruniakan kita intelegensi dan kreativitas yang luar biasa untuk mengelola bumi dan segala isinya? Apakah mereka lupa bahwa sejak zaman dahulu orang telah menggunakan batu yang ditajamkan untuk mempermudah pekerjaan dan membantu memenuhi kebutuhan hidup?

Pisau bisa membantu kita untuk memotong buah, tanaman, daging, dan lain-lain. Namun pisau juga bisa digunakan menjadi senjata untuk mencelakai orang lain. Manusia menciptakan racun serangga untuk membunuh serangga, namun racun yang sama jika disalahgunakan juga bisa membunuh manusia. Yang menentukan bukan alat atau teknologinya, tapi hati dan tujuan manusia yang menggunakannya.

Tentu saja tidak ada yang salah dengan teknologi dan barang ciptaan manusia, semua tergantung dari manusia dan pengguna teknologi itu sendiri. Tuhan menciptakan manusia, makhluk berakal budi yang mampu berpikir, berinovasi, dan mengambil keputusan. Dan dikatakan bahwa manusia itu segambar dengan Tuhan sendiri. Itulah sebabnya manusia bisa berpikir dengan otaknya, dan menimbang dengan hatinya. Amsal 16:22, “Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh lalah kebodohannya”. Ayat ini mengingatkan kita bahwa akal budi yang diarahkan kepada kebenaran akan membawa kehidupan yang baik.

Karena itu, sebagai orang percaya, kita tidak perlu takut terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang perlu kita waspadai adalah hati manusia yang berdosa dan cenderung menyalahgunakan apa yang baik. Teknologi dapat dipakai untuk memberitakan Injil, menolong sesama, menyebarkan pengetahuan, meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi sarana untuk menghadirkan dampak yang positif bagi dunia. Ketika akal budi, hikmat, dan takut akan Tuhan berjalan bersama, maka setiap penemuan dan kemajuan yang ada dapat menjadi alat untuk memuliakan nama-Nya. (EC)

Questions:
1. Teknologi apa yang paling sering Anda gunakan, dan untuk apa Anda memakainya?
2. Saat melihat sesuatu yang baru, apakah Anda langsung menolak atau menilainya terlebih dahulu dengan akal budi dan Firman Tuhan?

Values:
Teknologi itu netral. Yang membuatnya jadi berkat atau kutuk adalah hati manusia yang memakainya.

Kingdom Quotes:
Tuhan memberi kita kemampuan berpikir dan kreativitas bukan untuk merusak, tetapi untuk memuliakan Tuhan, membuat dunia menjadi lebih baik, dan menolong sesama.