PRIBADI UTUH DALAM TUHAN
Bacaan Setahun:
1 Tim. 1, Yes. 31-33, Mzm. 119:33-64
“…dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.” (Markus 3:25)
Firman Tuhan menggambarkan bahwa rumah tangga yang dapat bertahan adalah rumah tangga yang setiap anggotanya utuh, tidak terpecah-pecah. Secara psikologis, pribadipribadi yang sehat dan utuh akan menjadi modal bagi keluarga yang tangguh. Sebaliknya, keluarga yang tangguh justru semakin memperkuat keutuhan pribadi anggotanya.
Rencana Allah bukan hanya menyelamatkan manusia, tetapi juga memelihara keutuhan hidup kita. Dalam 1 Tesalonika 5:23 tertulis: “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna tanpa bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Firman Tuhan menggambarkan bahwa Allah merencanakan agar roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara sempurna dan tak bercacat. Secara psikologis, roh, jiwa, dan tubuh masing-masing memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi dengan benar. Roh manusia membutuhkan kasih dan pengampunan Allah, persekutuan dengan-Nya, serta Firman Tuhan. Jiwa kita yang terdiri atas pikiran, perasaan, dan kehendak, membutuhkan informasi, pengetahuan, penghargaan, rasa dicintai, serta tujuan hidup yang jelas. Tubuh kita, tentu saja, membutuhkan makanan, istirahat yang cukup, dan olahraga.
Namun, bukan hanya sehat, melainkan juga selaras. Setiap bagian harus berfungsi tepat dan tidak saling menumpuk/tumpang tindih. Sebagai contoh, seorang anak yang akan menghadapi ujian tidak bisa hanya berdoa tanpa belajar. Paulus sendiri mengingatkan jemaat Tesalonika, “Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” Karena Paulus menemukan ada jemaat yang nampaknya “rohani” tetapi ternyata malas. Artinya, kerohanian sejati tidak boleh dijadikan alasan untuk malas.
Daud menyadari bahwa bahwa kita cenderung memiliki hati yang terpecah/terbagi, itu sebabnya ia berdoa dan meminta kepada Tuhan agar memberikan hati yang utuh untuk dapat mengasihi Tuhan dengan penuh. Dalam Mazmur 86:11 tertulis: “Tunjukkanlah kepadaku jalanMu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.” Hidup utuh berarti roh, jiwa, dan tubuh bekerja sama secara seimbang. Jika salah satunya pincang, yang lain ikut goyah. Sebaliknya, ketika semuanya terpelihara, kita akan lebih siap menghadapi dunia dengan kekuatan penuh, tanpa kehilangan arah, dan tetap berjalan sesuai rencana Allah. (HA)
Questions:
1. Apakah roh, jiwa, dan tubuh kita sudah terpelihara seimbang atau masih ada bagian yang terabaikan?
2. Bagaimana kita bisa menjaga hati tetap utuh agar sungguh mengasihi Tuhan setiap hari?
Values:
Ketika roh, jiwa, dan tubuh selaras, hidup kita berjalan sesuai rencana Allah.
Kingdom Quotes:
Menjadi pribadi utuh artinya setiap bagian roh, jiwa dan tubuh kita sehat dan selaras.