PUTTING OTHERS FIRST (MENGUTAMAKAN ORANG LAIN)

PUTTING OTHERS FIRST (MENGUTAMAKAN ORANG LAIN) 

Bacaan Setahun:

Kis. 26:1-18
Rut 3-4
Mzm. 48

“tanpa mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada diri sendiri.” (Filipi 2:3 – TB2)

Tema renungan minggu ketiga Mei 2025 adalah Putting Others First yang memiliki arti Mengutamakan Orang Lain. Dalam perjalanan kehidupan kita, kita dihadapkan pada pilihan untuk menetapkan prioritas. Mengutamakan orang lain merupakan cerminan iman yang hidup dan pertumbuhan rohani. Oleh sebab itu, mari kita belajar tiga hal tentang Putting Others Firsts.

Pertama, Mengatur Prioritas Kehidupan – Matius 6:33. Kita diajak untuk menata kehidupan agar yang utama adalah kehendak Allah. Matius 6:33 (TB) mengingatkan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Ayat ini mengajarkan bahwa ketika kita meletakkan Allah sebagai prioritas utama, segala aspek kehidupan akan mendapatkan arah, tuntunan dan berkat-Nya. Dengan mengutamakan hal-hal yang kekal, kita belajar untuk memfokuskan energi pada hal yang memberikan dampak abadi, bukan sekadar kepentingan duniawi yang sementara. Sudahkah kita mengatur prioritas kehidupan kita dengan benar?

Kedua, Mengutamakan Orang Lain – Filipi 2:3-4. Mengutamakan sesama merupakan wujud nyata kasih Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya untuk kita. Filipi 2:3-4 (TB) berkata, “Janganlah kamu melakukan sesuatu karena persaingan atau karena kesombongan, tetapi dengan rendah hati anggaplah orang lain lebih utama daripada dirimu sendiri. Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Dengan sikap rendah hati ini, kita belajar untuk melayani, membantu, dan mendukung sesama, sehingga tercipta ikatan kasih yang menguatkan komunitas iman. Sudahkah kita mengutamakan orang lain di atas kepentingan diri kita?

Ketiga, Kedewasaan Rohani – Roma 12:2. Pertumbuhan iman ditandai dengan semakin mampu membedakan mana yang benar-benar penting dan mendesak dalam kehidupan kita. Roma 12:2 (TB) mengajarkan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna.” Kedewasaan rohani berarti kita semakin peka terhadap suara Allah dan semakin bijaksana dalam membuat keputusan yang mencerminkan nilai-nilai kekal. Sudahkah kita mengalami pertumbuhan dan kedewasaan rohani?

Mengutamakan orang lain dimulai dari menyusun prioritas kehidupan yang sejati, mengedepankan kepentingan sesama, dan tumbuh dalam kedewasaan rohani. Ketika kita menjalani hidup dengan menempatkan Allah dan sesama di tempat utama, setiap langkah kita akan dipenuhi dengan kasih, hikmat, dan damai sejahtera. Marilah kita merenungkan panggilan mulia ini dan biarkan kasih Allah mengalir melalui setiap tindakan kita. Stay blessed. (DW)

Questions:
1. Apakah mengutamakan orang lain di atas kepentingan diri kita masih relevan di masa kini?
2. Mengapa mengatur prioritas dalam kehidupan kita berdampak pada pertumbuhan dan kedewasaan rohani kita?

Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau mengutamakan prioritas yang paling utama di atas kepentingan diri sendiri.

Kingdom Quotes:
Salah satu penghalang pertumbuhan dan kedewasaan rohani adalah egoisme kita.