RAMAH DAN MANUSIAWI

RAMAH DAN MANUSIAWI 

Bacaan Setahun:

Kej. 4:17 – 6:22
Mat. 2:19 – 3:17
Mzm. 3:1–8

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:32)

Kemajuan teknologi akal imitasi semakin mencengangkan karena saat ini robot canggih memiliki wajah dan sosok manusia yang bisa berinteraksi dengan manusia secara luar biasa dengan bahasa yang manusiawi dan beradab bak orang yang terpelajar dan tahu sopan santun. Ketika perlakuan dan perkataan manusia nyata akhir zaman bisa mengecewakan dan menyesatkan, chatbot bisa menjadi konselor, narasumber ahli, sumber informasi dan inspirasi yang amat membantu; bahkan yang sudah terjadi saat ini, mereka mampu berperan sebagai dokter, asisten rumah tangga, guru, menteri program pengadaan publik dan anggota kabinet sebuah negara, bahkan pasangan hidup atau teman “curhat”. Sebagai contoh, ketika saya mencari informasi tentang makna suatu kata, maka chatbot dengan bahasa yang santun dan manusiawi menawarkan apakah memerlukan informasi terkait bahasa aslinya, latar belakang sejarah dan konteks penggunaannya.

Memasuki Lembah Penentuan di Tahun Keputusan, orang percaya bersiap untuk membuat keputusan penting di dalam kehidupan mengikut Tuhan. Di awal tahun baru, kalangan pekerja market place biasanya mempertanyakan resolusi yang dibuat untuk tahun ini. Resolusi diartikan sebagai keputusan atau tuntutan tentang suatu hal, ungkapan tersebut digunakan untuk menunjukkan tekad pengembangan diri dalam berbagai aspek kehidupan. Orang percaya dipanggil menjadi serupa Kristus, terutama dalam karakternya, ia wajib meneladani tutur kata, perbuatan dan belas kasihan yang ditunjukkan Tuhan Yesus dalam kehidupan dan pelayanan-Nya.

Dalam ayat tersebut, sifat ilahi yang harus terpancar dari warga Kerajaan adalah keramahan, kasih dan saling mengampuni; ketiga hal tersebut tentu merupakan sikap dasar yang seharusnya sudah dimiliki oleh pengikut Kristus. Namun ketika mengembangkannya, hal pertama yang harus dilakukan tentunya adalah meneladani Tuhan Yesus dalam tutur kata dan sikap-Nya, misalnya ketika orang-orang mempertanyakan kuasa-Nya, murid mengkhianati, menyangkal dan meninggalkan-Nya. Selanjutnya orang percaya senantiasa mengandalkan Tuhan melalui doa; menjaga hubungan yang erat dengan Tuhan lewat doa yang konsisten, memohon hikmat dan tuntunan-Nya agar hati diubah menjadi lebih lembut, penuh kasih serta mudah mengampuni kesalahan orang lain.

Hal yang penting dalam mengembangkan keramahan, kasih dan pengampunan ialah mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang percaya harus menunjukkan kasih dan penghiburan bagi mereka yang menderita, memperlakukan orang lain dengan baik, bersikap ramah, saling mengampuni sebagai wujud nyata iman, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, saling menasihati. Dengan demikian tidak akan timbul keheranan bahwa mesin justru bisa bersikap jauh lebih ramah dan ‘rohani’ dari pada orang-orang yang disebut orang saleh. (YL)

Questions:

1. Apakah memungkinkan teknologi akal imitasi dan robot menjadi konselor dan membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan?
2. B a g a i m a n a k a h m a n u s i a d a p a t t e t a p mempertahankan dan mengembangkan karakter Kristus dalam kehidupannya?

Values:

Orang percaya mampu memiliki karakter Kristus karena dipanggil untuk menjadi serupa Kristus.

Kingdom Quotes:

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. (Efesus 4:1)