RECONCILIATION through CHRIST
Bacaan Setahun:
Matius 9:1-17, Imamat. 3-4 ,Amsal 20
“Karena keduanya diperdamaikan di hadapan Allah dan telah menjadi anggota dari satu tubuh, maka hilanglah kebencian yang satu terhadap yang lain. Demikianlah, permusuhan itu akhirnya disudahi di kayu salib.” (Efesus 2:16 – FAYH)
Dalam kehidupan ini, kita melihat banyak hubungan yang retak akibat kesalahpahaman, kepahitan, dendam dan luka hati. Iblis terus-menerus berusaha untuk menipu setiap Warga Kerajaan Allah agar tidak memahami kuasa pemulihan hubungan. Bahkan iblis berusaha agar setiap Warga Kerajaan Allah semakin menjauh dari Allah. Namun, kabar baiknya adalah bahwa pemulihan hubungan merupakan inisiatif yang datang dari Tuhan sendiri. Dia tidak menghendaki perpecahan, namun rindu agar setiap orang mengalami rekonsiliasi dalam kasih Kristus. Mari kita belajar tiga hal tentang Reconciliation through Christ.
Pertama, Pemulihan Merupakan Inisiatif Tuhan. Sejak awal, Tuhan adalah Pribadi yang menghendaki pemulihan. Ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah mengambil inisiatif untuk mendamaikan dunia dengan diri-Nya melalui Yesus Kristus (2 Korintus 5:18-19). Yesus rela mengorbankan diri-Nya agar setiap orang yang percaya kepada-Nya diperdamaikan dengan Allah. Sesungguhnya bukan manusia yang mencari Allah terlebih dahulu, namun Allah yang lebih dahulu mengasihi kita dan mengulurkan tangan-Nya untuk memulihkan hubungan yang telah rusak. Allah mau setiap orang yang jatuh dan terperosok dalam perangkap dosa mengalami pemulihan hubungan dengan-Nya. Sudahkah anda mengalami pemulihan hubungan dengan Allah?
Kedua, Iblis Menabur Kebencian, namun Yesus Menabur Kasih. Iblis dikenal sebagai pendusta dan bapa segala dusta (Yohanes 8:44). Ia menaburkan benih kebencian, iri hati, dan perpecahan di antara manusia agar hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama hancur. Sebaliknya, Yesus datang sebagai Sang Kebenaran yang membawa kasih, pengampunan dan pemulihan hubungan. Di kayu salib, Yesus menghancurkan permusuhan dan memperdamaikan kita dengan Allah serta sesama. Sudahkah anda menyadari bahwa kasih Allah memulihkan dan mengubahkan hidup anda?
Ketiga, Di Dalam Kasih Ada Pemulihan. Kasih Kristus merupakan kunci utama dalam menghasilkan pemulihan sejati. Di dalam kasih ada belas kasihan. Di dalam kasih ada mukjizat terjadi dan pemulihan hubungan yang sebelumnya mustahil. Ketika kita hidup dalam kasih Kristus, kita dimampukan untuk mengampuni, menerima, dan membangun kembali hubungan yang telah rusak (Kolose 3:13-14). Orang yang menikmati kasih-Nya dan pemulihan dari-Nya akan membalas kasih-Nya dengan hidup berbagi kasih dan belas kasihan kepada orang lain. Orang yang sudah dipulihkan hubungannya dengan Allah akan hidup dan berjalan sebagai duta kasih dan pemulihan kepada semua orang yang ia temui. Mari kita hidup dalam kasih Kristus, sebab di dalam kasih ada pemulihan sejati! (DW)
Questions:
1. Bagaimana cara mengalami dan menikmati kasih Kristus yang memulihkan hidup kita?
2. Mengapa Allah yang berinisiatif dalam pemulihan hubungan kepada umat manusia?
Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang menyadari bahwa kasih Kristus sanggup mengubahkan dan memulihkan kehidupan manusia.
Kingdom’s Quotes:
Kasih Kristus yang kita terima mengubahkan dan memulihkan kita serta memampukan kita hidup dalam rencana-Nya dan kehendak-Nya setiap hari.