REPLANT (DITANAM KEMBALI) | Pdt. Eluzai Frengky Utana

16  Kalau sepotong roti yang pertama sudah diberikan kepada Allah, itu berarti seluruh rotinya diberi kepada Allah juga. Dan kalau akar pohon adalah kepunyaan Allah, itu berarti cabang-cabangnya adalah milik-Nya juga.

17  Sebagian dari cabang-cabang pohon zaitun  —  yaitu orang-orang Yahudi  —  sudah dikerat. Dan pada bekas keratan itu dicangkokkan cabang pohon zaitun liar, yaitu Saudara-saudara yang bukan Yahudi. Saudara dicangkokkan di situ supaya Saudara menikmati segala yang baik dari  kehidupan rohani orang-orang Yahudi.(BIS) – (ROMA 11:16-17)

Hidup kita ibarat sebuah pohon dan akar pohon adalah karakter yang kita miliki. Jika akar kita menjadi milik Tuhan maka hidup ini sepenuhnya pasti dalam pimpinan Tuhan. Akar memiliki peranan yang sangat penting dan akar harus menjadi milik Tuhan. Keunikan pohon zaitun adalah senantiasa melakukan pembaharuan dengan mengeluarkan tunas sebelum mati. Ada regenerasi yang terus-menerus pada pohon zaitun. Hidup kitapun juga harus terus ditanam kembali yaitu nilai-nilai kebenaran supaya menghasilkan buah yang diperbaharui menuju kesempurnaan Kristus.

Ibarat seorang petani yang berusaha untuk merawat pohon yang telah ditanamnya, kemudian pohon itu berbuah lebat dan menghasilkan banyak buah. Petani itu mendapat banyak penghasilan dari buah yang dihasilkan kemudian ia mengerahkan seluruh upayanya untuk memasarkan semua hasil panennya. Ia lupa dengan pohon yang dimiliki dan ternyata akar pohon sudah kering dan hampir mati.

Jika kita ingin melihat regenerasi, apakah tujuan kita? Apakah kita hanya fokus pada hasil dan jumlah secara kuantitas ataukah akar keberhasilan yang menjadi milik Allah? Kita harus merawat akar agar pohon kehidupan senantiasa berbuah lebat, tetapi jika kita mengabaikan akar maka kita akan mati.

Untuk regenerasi bisa terjadi maka akar harus menjadi milik Tuhan dan hidup kita bersedia ditanam kembali. Untuk ditanam kembali ada hal yang perlu diperhatikan:

JANGAN TAKUT UNTUK BERAKAR DAN BERTUNAS

(6) Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. (7)  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
(KOLOSE 2:6-7)

Kita harus terus hidup tertanam dan berakar di dalam Kristus. Janganlah kita takut untuk berakar dan bertunas di tempat kita ditanam. Percayai Tuhan bahkan ketika Ia menanam kita di pot yang kecil, dan bayangkan bahwa pada waktuNYA nanti, ketika Tuhan melihat bahwa kita telah bertumbuh melebihi kapasitas pot itu, maka Ia akan menanamkan kita kembali di pot yang lebih besar. Ketakutan akan menghalangi kita melihat dampak yang kita hasilkan jika kita berakar dan bertunas di dalam Tuhan.

DIRI KITA PERLU DICABUT

(10)  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. (11)  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (12)  Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. (1KORINTUS 13:10-12)

Tuhan harus mencabut kita sebelum Ia dapat menanam kembali hidup kita pada pot yang lebih besar dan membiarkan kita bertumbuh. Kita tidak melihat apa yang Ia lakukan pada saat itu, tetapi kita selalu bersyukur untuk hal tersebut. Salah satu hal yang harus dicabut adalah hidup mementingkan diri sendiri dan kompromi terhadap dunia. Ketika hal itu sudah dicabut maka kita akan ditanam kembali dan kita bisa mati terhadap diri sendiri dan tidak lagi seturut dunia.

JANGAN MENJADI MALU

(21)  Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, (22)  yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, (23)  supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, (24)  dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (EFESUS 4:21-24)

Ketika ada sesuatu yang Tuhan cabut dari hidup kita dan Tuhan ingin menanam kita kembali kadang membuat kita merasa sedih dan kecewa, tetapi penanaman kembali bukanlah sesuatu yang membuat kita menjadi malu atau ingin melarikan diri. Tuhan sedang melakukan sesuatu yang baru di dalam sesuatu yang lama sehingga hidup kita dapat berbuah semakin lebat lagi.

MEMAKSIMALKAN POTENSI KITA

(13)  sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (14)  sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, (15)  tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (16)  Dari pada-Nyalah seluruh tubuh,  —  yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota  —  menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (EFESUS 4:13-16)

Tuhan ingin hidup kita menjadi maksimal. Penanaman kembali dibutuhkan campur tangan Tuhan dan kita harus mempercayai Tuhan bahwa Ia akan menanam kita kembali sehingga kita dapat bertumbuh untuk mencapai potensi kita sepenuhnya yang maksimal. Kita harus terus merawat akar sehingga kita berbuah lebat. Amin. (RCH)