Replant (Menanam Kembali) | Pdm. Handoko Pangarso

Mengapa banyak umat Tuhan yang sudah rajin ke gereja, rajin membaca Firman, rajin berdoa, bahkan aktif melayani Tuhan, tetapi tidak mengalami terobosan dalam kehidupan? Mengapa kita masih jatuh bangun dalam dosa dan kelemahan yang sama, tidak mampu mencapai kekudusan hidup yang dikehendaki Tuhan, sehingga kita tidak mengalami terobosan dalam bidang ekonomi, tidak mengalami pemulihan hubungan keluarga, pemulihan kesehatan dan sebagainya?

Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah. (Roma 11:16-17)

Roti sulung dan akar menggambarkan tentang Tuhan Yesus, sedangkan adonan serta cabang-cabang menggambarkan kita sebagai umat-Nya. Seharusnya kita yang dicangkokkan sebagai umat Tuhan dapat hidup kudus. Namun hal itu tidak terjadi karena kita tidak hidup dalam kehidupan yang diliputi ‘getah-Nya’, yaitu gambaran tentang kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Untuk mengalami terobosan kita harus ditanam kembali sebagai jemaat yang hidup kudus karena berjalan dalam gaya hidup yang sama seperti gaya hidup Tuhan Yesus.
Untuk itu kita harus memahami dan menghidupi hal-hal berikut:

APA TUJUAN KITA BERGEREJA?
Tujuan kita bergereja bukanlah untuk melakukan berbagai pelayanan, namun untuk menerima hidup kekal yaitu menerima pengenalan akan Allah yang benar (Yohanes 17:3). Dengan bergereja maka kita juga mengenal bagaimana hidup dalam Kerajaan Allah, karena Yesus datang untuk menyatakan Pemerintahan Allah di dalam kita, sehingga gaya hidup kita di bumi ini sama seperti gaya hidup di sorga (Matius 6:33). Penyembahan yang sejati adalah sebuah pengenalan akan karakter Allah di dalam hidup kita (Yohanes 4:21-24).

APAKAH KERAJAAN ALLAH ITU?
Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah.(Roma 8:14)
Kerajaan Allah adalah sebuah sistem pemerintahan Allah yang bekerja melalui Roh-Nya, yang manifestasinya adalah pernyataan pribadi Kristus dalam hidup kita. Allah dan kedaulatan pemerintahanNya harus menjadi pusat dari penyembahan kita atau pusat segala sesuatu yang kita kerjakan, hingga hidup kita bukan lagi diri kita yang hidup tapi Kristus yang hidup di dalam kita.

MENGENALI HUKUM KERAJAAN ALLAH
Hukum kerajaan Allah adalah undang-undang yang wajib ditaati oleh setiap warga kerajaan, yaitu menjalankan hukum yang pertama serta hukum yang kedua (Matius 22:37 – 40). Hukum yang pertama diterapkan dengan penyangkalan diri setiap hari, sedangkan hukum yang kedua adalah dengan memikul salib setiap hari dan mengikut Yesus (Matius 16:24). Ketaatan kita pada hukum kerajaan Allah adalah bukti nyata bahwa kita adalah warga kerajaanNya. (Matius 15:4-5).

MENGERTI BAHWA KEHENDAK ROH BERLAWANAN DENGAN KEHENDAK DAGING
Hidup sebagai warga Kerajaan Allah bukanlah perkara yang mudah. Setiap saat kita akan berhadapan dengan ego pribadi dan segala bentuk keinginan daging yang senantiasa bertentangan dengan keinginan Allah (Galatia 5:17). Setiap hari kita harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Dia (Matius 16:24).

MENGENALI BUDAYA KERAJAAN ALLAH
Gaya hidup Kristus yang selalu menyangkal diri dan memikul salib harus dimanifestasikan dalam bahasa, nilai-nilai, moralitas, sehingga kehidupan warga kerajaan Allah menyatakan gambar wujud Allah yaitu karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita tidak memiliki gaya hidup Kristus, maka segala aktivitas kita hanyalah ritual yang mengharapkan pujian dari manusia. Ini membuat hidup kita tidak lebih baik dari ahli taurat dan orang-orang Farisi. (Matius 5:20). Perwira di Kapernaum dan orang Samaria yang baik hati bukanlah orang Yahudi, tetapi di hadapan Tuhan mereka memiliki gaya hidup Kristus yaitu menyangkal diri dan memikul salib, rela mengambil tanggung jawab bagi permasalahan orang lain dengan mengorbankan kepentingan pribadi mereka.

MENGENALI SENJATA KERAJAAN ALLAH
Senjata kita bukanlah senjata jasmani tetapi senjata rohani, yang diaktivasi dengan memerangi setiap pemikiran yang salah dan menggantinya dengan pikiran Kristus. Ini dilakukan dengan menghidupi Firman, berdoa dalam Roh, penyangkalan atas ego dan dorongan kedagingan, serta belajar untuk mentaati setiap dorongan Roh Kudus. (Efesus 6:17-18, 2 Korintus 10:4-5).

TUJUAN KITA HIDUP DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN ALLAH
Mengembalikan kita sebagai ciptaan Allah yang semula, yaitu serupa dan segambar Allah untuk menerima otoritas Allah yang sudah ditetapkan bagi kita, sehingga hidup kita di bumi sama seperti di sorga. (Kejadian 1:26) Ketika kita menjadi serupa dengan gambaran AnakNya maka kita menjadi saudara-saudara Tuhan Yesus yang menerima kemuliaan bersama-sama dengan Dia. Keserupaan dengan Dia juga berarti bahwa kita memiliki karakter Kristus, menjadi kudus tak bercacat, dibenarkan Allah dan siap menerima berbagai terobosan dalam hidup kita, yaitu menghasilkan banyak buah bagi kemuliaan Kristus (Efesus 1:4 & Roma 8:28-30).

Biarlah Kristus yang hidup di dalam kita menjadikan kita garam dan terang yang memancarkan kemuliaan Allah di mana pun kita berada. Amin. (VW).