REPRUNED (Dipangkas Kembali) | Pdt. Thomas Tanudharma

(1) "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. (2) Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (3) Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. (4) Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (5) Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (YOHANES 15:1-5)

Tema “REPRUNED” (dipangkas kembali) sepertinya kurang bisa diterima dengan sukacita, karena mungkin kita pernah mengalami pemangkasan dan saat ini kita harus mengalami pemangkasan kembali. Sesungguhnya, Tuhan tidak pernah merencanakan sesuatu yang buruk tetapi Tuhan merencanakan sesuatu yang lebih indah dari rencana kita semua. Rencana kita hanyalah apa yang kita ketahui dan bisa raih, tetapi rencana Tuhan adalah sesuatu yang melampaui segala kemampuan kita.

Tuhan Yesus seperti pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingNya. Kita tidak akan dapat hidup dan berbuah jika kita tidak melekat pada pokok anggur yang benar karena sumber makanan yang diambil dari akar pohon naik ke batang dan terjadi supplai ke ranting jika ranting itu melekat pada pokoknya. Setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong dan ranting yang berbuah akan dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak lagi. Jadi siapapun kita tidak akan bisa lewat dari proses pembentukan Tuhan.

Kita harus belajar dari setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita. Sewaktu kita dibentuk ada rencana indah yang telah Tuhan persiapkan bagi hidup kita. Jangan pernah putus asa dan menyerah. Tetaplah melekat pada pokok anggur karena jika kita tetap kita tetap melekat, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15:7). Orang akan melihat hidup kita dari buah-buah yang kita hasilkan, Firman Tuhan mengatakan bahwa kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api (Matius 3:10).

Tuhan menghendaki hidup kita berbuah. Buah-buah apa saja yang Tuhan kehendaki dari hidup kita:
1. BUAH PERTOBATAN (MATIUS 3:8)
Pohon yang berbuah tidak akan menikmati buahnya sendiri, tetapi orang lain yang menikmatinya. Buah pertobatan akan terlihat hasilnya melalui perubahan hidup kita. Setiap perkataan dan tindakan kita harus berbeda dengan saat kita belum bertobat dan hal ini harus dapat dirasakan oleh orang lain.

2. BUAH – BUAH ROH (GALATIA 5:22-23)
Buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, keramahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, dan penguasaan diri. Buah Roh diawali dengan kasih dan diakhiri dengan penguasaan diri. Kita akan mengalami proses untuk menghasilkan buah-buah Roh. Ketika kita ingin menjadi orang yang sabar maka kita akan mengalami ujian kesabaran, ketika kita ingin belajar untuk menjadi orang yang baik maka kita akan bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan. Segala sesuatunya harus ada penguasaan diri, jika ada penguasaan diri maka akan membuat orang penuh dengan kasih, penuh sukacita, ada damai sejahtera, ada kesabaran dan kebaikan serta ada kesetiaan.

3. BUAH JIWA-JIWA (YOHANES 15:16)
Tuhan telah memilih kita dan menetapkan kita menjadi umat pilihannya untuk menghasilkan buah jiwa-jiwa bagi Kerajaan Allah. Sebagai orang percaya kita harus menjadi saksi dimanapun berada melalui sikap dan tindakan kita sehingga orang-orang yang belum mengenal Tuhan melihat karya Tuhan melalui hidup kita.

4. BUAH KARYA (KOLOSE 1:10)
Keberhasilan yang kita alami adalah buah karya yang kita hasilkan melalui kehidupan kita. Buah karya adalah kesempatan bagi kita untuk menyaksikan kemurahan dan kebaikan Tuhan yang kita alami. Seluruh penghargaan atas prestasi dan keberhasilan yang kita raih harus kita kembalikan untuk kemuliaan Tuhan, sebab Yesus adalah sumber segala keberhasilan dalam hidup kita.

Adakalanya sesuatu yang berharga harus disingkirkan dalam hidup kita supaya kemurnian hidup kita benar-benar teruji. Proses pembersihan atau pemangkasan dapat melalui ujian dan godaan. Ujian datang dari Tuhan untuk membuat kita semakin kuat dan naik kelas, sedangkan godaan datang dari iblis yang akan membuat kita jatuh dan semakin terpuruk. Jangan sibuk membedakan antara ujian atau godaan. Ketika menghadapi ujian kita harus lulus dan jika godaan datang kita harus menang. Ayub menang atas ujian dan godaan dalam hidupnya.

Ujian yang harus kita hadapi agar kita dapat berbuah lebat adalah ujian kekurangan. Abraham mengalami kekurangan ketika ia mengalami kelaparan yang begitu hebat sehinga membuatnya harus pergi ke Mesir (Kejadian 12:9-10). Dalam menghadapi ujian kekurangan tetaplah berjalan dengan pimpinan Tuhan sekalipun harus melalui lembah kekelaman karena janji Tuhan adalah akan menyediakan rancangan damai sejahtera yang penuh dengan harapan bagi masa depan kita.

Selain ujian kekurangan, Abraham juga mengalami ujian kelimpahan dalam hidupnya, ia menjadi orang yang sangat kaya (Kejadian 13:1-7). Di tengah-tengah kelimpahan Abraham harus mengalami perselisihan dengan Lot karena negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama sama, karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abraham dan para gembala Lot. Abraham dan Lot dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sehingga terjadi pemisahan antara mereka.

Selain ujian kekurangan dan ujian kelimpahan, Abraham juga harus mengalami ujian kekecewaan. Abraham sebagai orang yang lebih tua bisa saja kecewa terhadap Lot, karena Lot memilih bagian yang terbaik menurut pengelihatannya tetapi ketika Lot mengalami masalah Abraham justru mengerahkan orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.

Respon yang harus kita lakukan ketika menghadapi ujian adalah jangan bersungut-sungut, tetap pegang tangan Tuhan minta kekuatan yang daripada-Nya serta taat dan setia maka upah besar menanti di depan kita. Amin. (RCH).