RESOLUSI
Bacaan Setahun:
Im. 7-8 ,Amsal 22, Mat. 10:1-25
“Janganlah mengatakan: Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang? Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.” (Pengkotbah 7:10
Setiap awal tahun baru, pertanyaan yang sering terdengar serius di kalangan pekerja marketplace maupun orang percaya adalah: apa resolusi yang dibuat untuk tahun ini? Resolusi diartikan sebagai keputusan atau tuntutan tentang suatu hal. Ungkapan Resolusi Tahun Baru pertama kali digunakan oleh sebuah surat kabar di Boston pada tahun 1813 untuk memberi semangat kepada masyarakat agar hidup lebih baik saat tahun baru. Sejak saat itu, ungkapan tersebut digunakan untuk menunjukkan tekad pengembangan diri dalam aspek kesehatan, pekerjaan, dan juga kehidupan sosial.
Pada trimester pertama Tahun Persiapan ini, warga Kerajaan sudah berjuang mencapai target pembersihan jalan bagi Tuhan (Yesaya 40:4) melalui berbagai upaya memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama, bersedia mengampuni, serta setia berjalan dalam rekonsiliasi. Berjalan dalam rekonsiliasi merupakan suatu proses upaya memelihara hubungan yang sudah dipulihkan agar tidak lagi timbul keretakan atau kerusakan dalam hubungan yang sebenarnya sudah terjalin dengan baik. Upaya mempertahankan hubungan baik ini bukanlah hal yang mudah. Salah satu bahan baku yang diperlukan adalah kekuatan yang terkendali, yaitu penguasaan diri. Penguasaan diri diperlukan untuk tetap mempertahankan suasana hati yang tenang ketika percikan perselisihan maupun kesalahpahaman kembali terjadi.
Kisah Tuhan Yesus dan orang Samaria dalam Lukas 9:51 dapat menjadi contoh tingkat penguasaan diri murid-murid ketika Tuhan Yesus hendak pergi ke Yerusalem. Ia mengirimkan beberapa utusan untuk mendahului-Nya, tetapi orang-orang Samaria tidak mau menerima Dia karena perjalanan-Nya menuju ke Yerusalem. Ketika Yakobus dan Yohanes melihat hal itu, mereka bertanya kepada Tuhan Yesus apakah Ia mau mereka menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan orang-orang Samaria tersebut (Lukas 9:54). Namun, Tuhan Yesus menegur murid-murid-Nya, yang dipanggil anak-anak guruh alias Boanerges (Markus 3:17). Murid-murid tersebut pasti merasa kesal dan marah terhadap orang-orang Samaria yang tidak mau menerima mereka, sehingga Yakobus dan Yohanes berpikir untuk menghanguskan mereka dengan api dari langit.
Warga Kerajaan terkasih, dalam perjalanan mengiringi rekonsiliasi yang sudah mulai terjalin, mungkin masih ada sisa serpihan pecahan batu konflik yang belum tersapu bersih. Sehingga, saat terjadi ketidaksamaan pandangan, batu tersebut bisa saja terpental dan mengenai luka yang belum pulih sepenuhnya. Ada sebuah buku kecil berjudul Bite Your Tongue yang menjadi berkat bagi banyak orang. Buku ini mengajarkan penguasaan diri atas mulut kita agar tidak mengeluarkan kata-kata sia-sia yang berpotensi mengikis rekonsiliasi. Inilah resolusi kita tahun ini. (YL)
Questions:
1. Mengapa banyak orang menganggap penting membuat resolusi pada awal tahun?
2. Apa peranan pengendalian diri dalam memelihara hubungan yang sudah terjalin baik?
Values:
Kemampuan mengendalikan diri merupakan kekuatan besar yang terkontrol
Kingdom’s quotes:
Orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 16:32)