RUMONGSO BISO

Bacaan Setahun: 
Neh. 11 
Kis. 23 

RUMONGSO BISO 
“Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.”Ibrani 5:14

Ada pepatah Jawa yang berkata, OJO RUMONGSO BISO, NANGING KUDU BISO RUMONGSO. Arti di dalam bahasa Indonesianya adalah kira-kira, “jangan merasa bisa tetapi harus bisa merasa” alias menyadari kekurangan diri sendiri.
Tanda kedewasaan rohani seseorang adalah kalau ia “BISO RUMONGSO”, artinya ia bisa merasa kalau dirinya belum sempurna, sehingga perlu terus belajar. Sedang tanda ketidakdewasaan rohani adalah merasa dirinya mampu, merasa dirinya baik, merasa dirinya sempurna. Seorang yang “BISO RUMONGSO” adalah seorang yang di dalam hidupnya rendah hati sehingga orang ini mempunyai kepekaan akan keadaan orang lain, ia mudah memahami kekurangan orang lain, bisa berpikir dari sisi orang lain, berakibat ia bisa menerima orang lain apa adanya. Sedang orang yang “RUMONGSO BISO” adalah seorang yang yakin akan kemampuan diri sendiri karena prestasi yang pernah dicapainya sehingga ia merasa mampu menghadapi apapun, keyakinannya didasarkan pada kekuatan dan prestasi diri sendiri. Kecenderungan orang yang RUMONGSO BISO adalah menghakimi dan menganggap rendah orang lain, ia cenderung percaya diri dan sombong.
Seorang yang BISO RUMONGSO, menganggap prestasinya bukanlah apa-apa, ia tidak pernah membanggakan prestasi fisiknya. Ia rendah hati dan tidak sombong. Prestasi baginya bukan hal yang bersifat fisik tetapi nilai-nilai kebenaran yang dihidupi. Seorang yang BISO RUMONGSO adalah seorang yang mudah instropeksi, mudah di nasehati, sebaliknya orang yang RUMONGSO BISO (merasa bisa), merasa sudah benar sehinga tidak mudah menerima pendapat orang lain. “Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.” (Ibrani 5:11-12)
Pada dasarnya seorang yang RUMONGSO BISO adalah seorang anak-anak secara rohani, ia mungkin dewasa secara umur tetapi tetapi anak-anak secara rohani, telinganya lamban dalam mendengar kebenaran karena ia sudah merasa benar. Ia mungkin memang mempunyai banyak pengetahuan karena banyak menimba ilmu dari buku-buku. Namun secara kehidupan ia dangkal, ia ingin menjadi pusat perhatian. Ia banyak mengorbankan orang lain demi kepentingan diri sendiri. Ia tidak tahu bahwa dirinya sebenarnya tidak tahu. Ia tidak mengerti bahwa sebenarnya dirinya tidak mengerti. Pertanyaannya, di mana posisi Anda, Anda seorang yang merasa bisa, ataukah seorang yang bisa merasa? (DD)

Questions :
1. Apa beda biso rumongso dan rumongso biso?
2. Menurut Anda, seharusnya kita ini punya sifat yang mana? Mengapa?

Values :
Warga Kerajaan selalu menyadari bahwa hidupnya untuk menyenangkan Sang Raja, sehingga prestasi diri bukanlah tujuan hidupnya.

Seorang yg menyadari tujuan hidupnya di dalam Tuhan akan selalu mengutamakan orang lain.