RUNNING the RACE with ENDURANCE

RUNNING the RACE with ENDURANCE 

Bacaan Setahun:

1 Tim. 5:1-22, Yer. 1-2, Mzm. 119:145-176

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu melekat pada kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang ada di depan kita.” (Ibrani 12:1 – TB2)

Tema renungan Minggu pertama bulan November 2025 adalah Running the Race with Endurance yang memiliki arti Menjalankan Perlombaan dengan Daya Tahan. Hidup orang percaya digambarkan seperti sebuah perlombaan iman. Kata “perlombaan” dalam bahasa Yunani adalah agōn yang berarti perjuangan atau kompetisi yang membutuhkan ketekunan, disiplin, dan fokus. Rasul Paulus menekankan bahwa iman bukan sekadar perjalanan santai, melainkan perlombaan menuju tujuan surgawi. Karena itu, kita dipanggil untuk berlari dengan endurance, daya tahan rohani yang teguh sekalipun menghadapi rintangan. Mari kita belajar tiga hal tentang Running the Race with Endurance.

Yang pertama, Miliki Kehidupan yang Berkualitas Kerajaan Allah. Kata “saksi” dalam bahasa Yunani adalah martus (μάρτυς). “Banyak saksi” menunjuk pada orang-orang beriman yang telah lebih dulu hidup setia. Konteks pada masa itu jemaat sedang mengalami tekanan iman dan membutuhkan teladan dari para pahlawan iman (Ibrani 11). Penerapan pada masa modern ini mendorong kita memiliki kehidupan yang berkualitas sehingga dapat menjadi saksi bagi generasi selanjutnya. Matius 5:16 mendorong kita, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang…”

Yang kedua, Tanggalkan dan Tinggalkan Semua Beban dan Dosa. Kata “beban” dalam bahasa Yunani adalah onkos (ὄγκος) yaitu sesuatu yang menghalangi pelari mencapai garis akhir. Pada masa itu, atlet Olimpiade Yunani menanggalkan segala pakaian berat agar bebas berlari. Bagi kita, beban bisa berupa dosa, luka batin, atau kebiasaan sia-sia yang memperlambat langkah iman. Saat ini kita dipanggil untuk hidup dalam pertobatan dan kebebasan sejati. Kolose 3:8–9 mengingatkan kita, “Tetapi sekarang buanglah semuanya ini…”

Yang ketiga, Fokus dan Tekun dalam Perlombaan Iman. Kata “ketekunan” dalan bahasa Yunani hypomonē (ὑπομονή), yaitu daya tahan yang tidak menyerah. Jemaat pada masa itu dipanggil untuk tetap setia sekalipun menghadapi penganiayaan. Hari ini kita pun harus berfokus pada Yesus sebagai “Pencipta dan Penyempurna iman” (Ibrani 12:2). 1 Korintus 9:24 menegaskan kepada kita, “Tidakkah kamu tahu bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu yang mendapat hadiah?”

Menjalankan perlombaan iman dengan daya tahan berarti hidup sebagai saksi Kerajaan Allah, menanggalkan semua beban yang menghambat, dan bertekun sampai garis akhir. Perlombaan ini bukan soal siapa yang tercepat, tetapi siapa yang tetap setia hingga akhir. Mari kita berlari dengan mata tertuju pada Kristus, supaya hidup kita berbuah kekal dan akhirnya menerima mahkota kehidupan dari-Nya. Stay Blessed. (DW)

Questions:

1. Apakah yang menghalangi kita untuk fokus dan tekun dalam perlombaan iman?
2. Bagaimana cara memiliki kehidupan yang berkualitas Kerajaan Allah?

Values:

Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau berkomitmen untuk fokus dan tekun dalam perlombaan iman setiap hari.

Kingdom Quotes:

Menjalankan perlombaan iman dengan daya tahan berarti hidup sebagai saksi Kerajaan Allah, menanggalkan semua beban yang menghambat, dan bertekun sampai garis akhir.