SALING MENGASIHI

SALING MENGASIHI 

Bacaan Setahun: 
Ayub 15-16, Mzm. 102 

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (Yohanes 13:34)

Sampek Engtay adalah legenda dari Tiongkok mengenai tragedy romantika antara dua  kekasih. Legenda ini sering dianggap sebagai Romeo dan Juliet versi Cina (Wikipedia). Kisah cinta Sampek dan Engtay ini tidak disetujui orang tua Engtay yang mengharuskan Engtay untuk menikahi pria lain pilihan orang tuanya. Sampek sakit hati dan akhirnya meninggal dunia. Pada hari pernikahan Engtay, mereka tidak dapat pergi ke rumah mempelai laki-laki karena terhalang badai di dekat kuburan Sampek. Engtay pergi ke kuburan tersebut dan meminta agar kuburan Sampek terbuka. Tiba-tiba hal ini terjadi dan Engtay meloncat ke dalam kuburan dan bergabung dengan Sampek. Jiwa mereka dilahirkan kembali sebagai sepasang kupu-kupu yang terbang bersama.

Saudara, mungkin tidak ada kaitannya antara kisah cinta Sampek Engtay ini dengan perintah Tuhan di dalam Yohanes 13:34 yaitu perintah untuk saling mengasihi. Mincintai satu sama lain tidak terbatas pada cinta asmara, tetapi mengasihi dengan tulus seperti kasih Tuhan yang berkorban di kayu salib. Apa identitas utama yang membedakan para murid dan dunia? Bukan pemahaman doktrin yang komprehensif dan ortodoks! Yang jadi pembeda para murid dari dunia adalah ‘kasih’. Namun kata kasih sendiri kerap dirongrong dan dibiarkan turun tingkat menjadi klise rohani. Kita hanya merasa perlu menyebut atau menyisipkan kata kasih dalam ujaran dan tulisan kita, walaupun dalam riil kehidupan gerejawi kenyataannya bisa lain. Masalah utama kita sebagai warga gereja dan murid Kristus adalah teladan Kristus dan para murid itu terasa begitu jauh dari kita. Kasih terasa makin ‘surgawi’ alias makin jauh dari bumi, bahkan di antara para murid-Nya.

Kita butuh teladan, kita butuh contoh. Daripada hanya menunggu, mari kita saling menjadi teladan bagi satu sama lain. Toh perintah Yesus itu jelas : yang disuruh mengasihi adalah kita. Seiring dengan kencangnya laju zaman ini, kita justru makin kesulitan untuk menunjukkan kasih tulus kepada orang-orang yang paling dekat dengan kita : pasangan hidup, anggota keluarga, tetangga, sesama warga jemaat yang berdekatan, rekan pelayanan, dll. Kita perlu menggumulkan lagi kapan dan bagaimana seterusnya, kita menunjukkan kasih itu.

Mengasihi adalah perintah bukan ajakan! Mengasihi orang lain harus berupa perbuatan nyata, bukan sekedar basa basi dengan kalimat yang manis. Anda setuju? (AU)

Questions:
1. Menurut Anda, mengasihi satu sama lain itu seperti apa?
2. Apakah sulit untuk mengasihi orang lain?

Values:
Mengasihi adalah perintah bukan ajakan!

Kingdom Quotes:
Satu tindakan kasih akan jauh lebih bermakna dibanding seribu teori tentang kasih.