SANGKAKALA TANDA MUSIM YANG BARU BAGI GEREJA
Jumat 11 September 2026
Bacaan Setahun: Yes. 27:1–28:29 2Kor. 12:1–10 Mzm. 106:40–48
“Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.” (Mazmur 81:4 – TB)
Dalam kalender Ibrani, Rosh Hashanah berarti ‘Kepala Tahun’ atau ‘Tahun Baru.’ Pada tahun 5787, perayaan ini dimulai pada petang tanggal 11 September 2026. Di dalam Alkitab, hari ini juga dikenal sebagai Yom Teruah, yaitu Hari Peniupan Sangkakala (Imamat 23:23–25).
Bagi bangsa Israel, bunyi sangkakala bukan sekadar tanda dimulainya sebuah perayaan. Sangkakala merupakan panggilan Allah agar umat-Nya berjaga-jaga, mempersiapkan diri, dan kembali hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Bunyi itu mengingatkan mereka untuk mengarahkan hati kepada Tuhan.
Bagi gereja Tuhan saat ini, ada beberapa makna profetik.
Pertama, Tahun Kebangunan Rohani Dimulai dengan Pertobatan. Kata Ibrani untuk bertobat adalah shuv, yang berarti kembali, berbalik arah, kembali kepada Tuhan sepenuh hati. Pertobatan bukan hanya meninggalkan dosa, melainkan juga mengarahkan kembali seluruh hidup kepada Tuhan. Allah sedang memanggil gereja untuk tidak puas dengan rutinitas ibadah, tetapi kembali kepada kasih yang mula-mula. “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu.” (Maleakhi 3:7) Gereja yang sungguh-sungguh selalu dimulai dengan doa dan pertobatan.
Kedua, Tahun Mendengar Suara Tuhan Lebih Jelas. Sangkakala melambangkan suara Allah. Banyak orang percaya perlu mendengar berita dunia, tetapi Tuhan berkata: “Barangsiapa mempunyai telinga, hendaklah ia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” (Wahyu 2:7) Roh Kudus sedang membangunkan gereja untuk kembali hidup dipimpin oleh firman, bukan oleh kekuatan atau opini manusia.
Ketiga, Tahun Menuai bagi Mereka yang Tetap Setia. Sesudah musim peniupan sangkakala, Israel memasuki musim raya berikutnya yang mengingatkan umat akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan. Pesannya bagi gereja: jangan menyerah, tetap setia, terus menabur. Apa yang selama ini ditabur dalam air mata akan menghasilkan tuaian pada waktu Tuhan. “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mazmur 126:5)
Kiranya setiap kali kita mengingat bunyi sangkakala, kita diingatkan untuk membangun mezbah doa, memperbarui komitmen kepada Tuhan, dan hidup semakin peka terhadap pimpinan Roh Kudus. Sebab, gereja yang terus mendengar suara Tuhan akan menjadi terang dan membawa pengharapan bagi dunia yang sedang kehilangan arah. (TL)
Questions:
- Bagian apa dalam kehidupan rohani kita yang Tuhan sedang panggil untuk diperbarui agar kita semakin dekat dengan-Nya?
- Bagaimana gereja dapat lebih peka mendengar suara Roh Kudus dan menjadi terang bagi masyarakat di tengah situasi dunia saat ini?
Values:
Rosh Hashanah bukan sekadar pergantian tahun, tetapi panggilan Tuhan bagi gereja untuk bangun, bertobat, dan kembali mengejar hadirat-Nya.
Di tengah dunia yang penuh guncangan, gereja yang mendengar suara Tuhan dan tetap setia akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa.