SEASON OF SUMMER: The MULTITUDE
Bacaan Setahun:
Ulangan 21:1 – 22:30
Lukas 16:1–18
Amsal 9:13–18
“Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari yang lain, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.” (Matius 25:32-33 – TB2)
Tema utama renungan bulan April-Juni 2026 adalah Season of Summer: The Multitude yang memiliki arti Musim Panas: Kerumunan. Musim panas adalah musim panen. Dalam perspektif Kerajaan Allah, Season of Summer: The Multitude berbicara tentang saat di mana semua orang berkumpul, tetapi tidak semua orang berakhir di tempat yang sama. Injil Matius 25:32–33 (TB2) menegaskan: “Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya… sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.” Mari kita belajar tiga hal tentang Season of Summer: The Multitude.
Yang pertama, Semua Bangsa Akan Dikumpulkan di Hadapan-Nya (Matius 25:32a). Kata “dikumpulkan” berasal dari Yunani synachthēsontai — dihimpun bersama tanpa terkecuali. Kemudian kata “Semua bangsa” (panta ta ethnē) berarti seluruh etnis dan generasi. Pada saat itu, bangsa Yahudi menanti penghakiman atas bangsa lain, tetapi Yesus menyatakan bahwa semua akan berdiri di hadapan-Nya. Ini adalah penggenapan nubuatan seperti Kitab Yoel 3:2 dan Kitab Wahyu 20:12. Saat ini, di tengah kerumunan gereja, pelayanan, bahkan media sosial rohani—setiap pribadi tetap akan berdiri sendiri di hadapan Raja. Musim kerumunan adalah musim evaluasi ilahi.
Yang kedua, Dikumpulkan untuk Dikhususkan (Matius 25:32b–33). Kata “Memisahkan” (aphorisei) berarti memisahkan dengan tujuan yang jelas. Gembala di Timur Tengah biasa menggembalakan domba dan kambing bersama di siang hari, tetapi memisahkannya saat malam tiba. Domba melambangkan yang mengenal suara Gembala (bdk. Injil Yohanes 10:27). Kambing sering melambangkan kemandirian keras kepala. Konteksnya adalah penghakiman terakhir: kanan berbicara tentang kehormatan; kiri tentang penolakan. Hari ini, Tuhan tidak menilai keramaian kita, tetapi ketaatan kita. Kerumunan bisa sama, tetapi karakter berbeda.
Yang ketiga, Are You Followers or Disciples? Banyak orang mengikuti Yesus (akoloutheō – mengikuti secara lahiriah), tetapi sedikit yang menjadi murid (mathētēs – pembelajar yang hidupnya diubah). Yesus tidak mati untuk menciptakan fans rohani, tetapi murid sejati (bdk. Injil Lukas 14:27). Di musim panas—musim banyak orang datang—pertanyaannya bukan: “Apakah saya hadir?” tetapi: “Apakah saya berubah?”
Musim kerumunan bukan akhir cerita. Semua dikumpulkan, tetapi hanya yang setia ditempatkan di kanan-Nya. Di tengah banyaknya orang percaya, Tuhan tetap mencari murid sejati. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Tanyakan kepada diri kita masing-masing: Apakah kita pengikut Yesus atau murid Yesus?
2. Mengapa domba dan kambing harus dipisahkan?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang memilih menjadi murid Yesus dan bukan sekadar pengikut Yesus.
Kingdom Quotes:
Di musim kerumunan, Tuhan tidak mencari siapa yang paling ramai mengikuti-Nya, tetapi siapa yang paling setia menghidupi-Nya.