SEGALA SESUATU YANG TIDAK BERDASARKAN IMAN ADALAH DOSA

Bacaan Setahun: 
Kej. 5 
Luk. 3 

SEGALA SESUATU YANG TIDAK BERDASARKAN IMAN ADALAH DOSA 
“Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”Roma 14:22-23

Seorang anggota jemaat datang kepada saya, dan bercerita tentang usahanya, ia ingin menutup usahanya yang lagi menguntungkan. Ia merasa tidak ada damai, karena usahanya ini kadang-kadang harus dilakukan dengan memanipulasi data. Walaupun setiap orang yang bergerak di dalam bisnis ini juga melakukan hal yang sama, ia merasa tidak nyaman, keuntungan yang didapat tidak dapat menutupi rasa resahnya. Setelah beberapa bulan dalam kebimbangan akhirnya ia memutuskan untuk menutup usahanya, padahal ini adalah usaha satu-satunya. Saya menguatkan apa yang diputuskan oleh anggota jemaat ini.
Ayat firman Tuhan bacaan hari ini diakhiri dengan kalimat, “dan segala sesuatu yang tidak (dilakukan) berdasarkan iman, adalah dosa”. Kalau kita membaca ayat ini, dapat disimpulkan bahwa dosa bukan hanya melakukan larangan yang tertulis, seperti jangan mencuri. Tetapi dosa adalah jika kita tidak melakukan sesuatu dengan yakin, artinya kalau kita melakukan sesuatu dengan bimbang itu sudah dosa.
Kalau kita paham cerita nabi Musa, ia juga sampai kepada keputusan yang dilematis saat ia dewasa dan menjadi pangeran kerajaan Mesir. Memilih kehidupan yang mulia tanpa beban atau ia memilih untuk menjadi bangsa Israel yang bersatus budak. Sebuah pilihan yang sulit. Tetapi akhirnya ia memilih hal yang tidak nyaman namun hatinya damai. Karena pilihan tepatnya, Musa menjadi ‘nabi besar’ dan pahlawan iman yang selalu dikenang. “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.” (Ibrani 11:24-25)
Hari ini, mungkin Anda juga ada di persimpangan jalan, Anda harus memilih antara yang nyaman, tapi tidak damai di hati atau tidak nyaman tapi damai di hati. Sebuah pilihan dilematis. Namun kuatkan dan tetapkan hati Anda untuk memilih yang damai walau tidak nyaman. Anda setuju? (DD)

Questions :
1. Setujukah anda dengan definisi dosa adalah perbuatan yang tidak berdasarkan iman?
2. Pernahkah anda mengalami situasi yang dilematis seperti kisah diatas? Lalu bagaimana keputusan anda?

Values :
Warga Kerajaan sejati akan bertindak dengan iman, bukan bertindak berdasarkan hal yang kelihatan.

Setiap orang pernah mengalami situasi di persimpangan jalan, namun keputusan apapun adalah pelajaran yang sangat berharga.