SELALU SIAP MEMBERITAKAN FIRMAN

SELALU SIAP MEMBERITAKAN FIRMAN 

Bacaan Setahun:

Kol. 2:20-3:17
Yeh. 29-30
Yes. 55

“Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4:2 – TB)

Rasul Paulus menulis surat kepada Timotius, seorang pemuda yang dipersiapkannya untuk memimpin jemaat di Efesus. Dalam suratnya, Paulus memberikan nasihat berharga tentang kepemimpinan rohani yang sejati—bagaimana seorang pelayan Tuhan harus hidup, melayani, dan menjaga kebenaran Firman Allah. Paulus menegaskan tiga pesan penting bagi Timotius dan bagi kita semua yang terpanggil melayani Tuhan.

Pertama, jadilah pemberita Firman yang sejati. Seorang pelayan Tuhan harus siap memberitakan Firman “baik atau tidak baik waktunya” (2 Timotius 4:2). Injil harus disampaikan dalam segala situasi, tidak bergantung pada kenyamanan atau keadaan. Amanat Agung dalam Matius 28:19–20 menegaskan bahwa setiap pengikut Kristus dipanggil untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya dan mengajarkan kebenaran yang telah diperintahkan Tuhan Yesus. Seorang pelayan sejati selalu siap menjadi saksi Kristus di mana pun ia ditempatkan.

Kedua, jadilah pelayan yang berintegritas. Paulus menasihatkan agar kebenaran disampaikan dengan kasih dan kesabaran, bukan dengan sikap menghakimi. Seorang pemimpin rohani harus berani menegur kesalahan tanpa kompromi, tetapi melakukannya dengan kasih yang memulihkan. Yakobus 1:22 mengingatkan, “Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.” Artinya, seorang pelayan tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam perbuatan dan ketulusan hidup.

Ketiga, ajarlah setiap kawanan dengan pengajaran Firman yang sehat. Seorang pemimpin harus terus belajar agar mampu mengajarkan kebenaran Firman Tuhan secara murni dan utuh. Di tengah banyaknya ajaran yang menyimpang, pengajaran yang benar menjadi benteng agar jemaat tidak tersesat. 1 Petrus 2:2 berkata, “Dambakanlah susu rohani yang murni supaya olehnya kamu bertumbuh di dalam keselamatan.” Pengajaran yang sehat menumbuhkan iman dan membentuk kedewasaan rohani jemaat.

Keberhasilan sebagai pelayanan Tuhan dalam pemberitaan Firman, sudah seharusnya dilakukan dengan penuh kesabaran seperti layaknya seorang petani yang sedang menunggu buah-buahan dari tanahnya. Mereka yang jatuh dalam kesalahan, dan menentang kebenaran, harus diajarkan dengan lemah lembut; dan mereka yang terperangkap dalam kesalahan harus ditegur dengan lembut, dan dipulihkan dalam semangat seperti itu; dan setiap dorongan harus ditegaskan sesuai kemampuan orang yang menerimanya. Beritakan Firman itu setiap saat dan biarkan Sang Firman bekerja melalui kuasa Roh Kudusnya, menjamah setiap pribadi yang mendengarkannya. (TL)

Questions:

1. Siapkah kita untuk memberitakan Firman dalam segala situasi dan kondisi?
2. Apa yang menjadi penghalang dalam pemberitaan Firman Tuhan? Diskusikan!

Values:

Tugas warga Kerajaan Allah adalah selalu siap melakukan kehendak Raja di atas segala raja untuk setia memberikan Injil Kerajaan Allah.

Kingdom Quotes:

Orang yang siap memberitakan Firman adalah orang yang siap menjadi penuai di akhir zaman.