SENGAJA

SENGAJA 

Bacaan Setahun:
Matius. 6:19-34 ,Keluaran. 35:1-36:38, Amsal 16

“Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada.” (Yohanes 11:6 – TB)

Kata “sengaja” berarti sesuatu yang dilakukan dengan maksud tertentu, atau tidak secara kebetulan. Dalam hukum pidana, “sengaja” diartikan “menghendaki dan mengetahui” apa yang dilakukan. “Sengaja”, kata itu (pada umumnya) memberi kesan negative. “Sengaja” biasanya merupakan tindakan menyebalkan. Contoh: Saat bermain bola, Anton dengan sengaja menendang kaki Vincent. “Sengaja” biasanya juga merupakan tindakan yang mengecewakan. Contoh: Feri dengan sengaja tidak menghadiri undangan pesta pernikahan yang dikirimkan Fero, mantan pacarnya dulu.

Di Alkitab, Yesus pernah melakukan tindakan dengan unsur kesengajaan. Sesudah didengar-Nya kabar bahwa Lazarus sakit, sengaja Yesus tinggal dua hari lagi di tempat di mana Dia berada (ay.6). Padahal Maria dan Marta buru-buru mengirim kabar agar Yesus segera mengetahui kondisi Lazarus saat itu (ay.3). Awalnya tindakan “sengaja” Yesus menyebalkan hati dua bersaudara tersebut. Kata mereka, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati” (ay.21, 32). Kecewa hati mereka, lalu menangis meratapi saudara laki-laki mereka yang sudah empat hari mati. Selanjutnya Yesus bertanya di mana Lazarus dibaringkan. Maka mereka pun membawa Yesus ke kubur Lazarus (ay.34). Di situ Yesus meminta batu penutup kubur untuk diangkat (ay.39). Sesudah batu itu diangkat Yesus memanggil Lazarus keluar, dan Lazarus pun bangkit (ay.43-44). Sebal dan kecewa pada akhirnya berubah menjadi rasa takjub. Sebab, akhirnya mereka menyadari ada maksud di balik “sengaja” Yesus. Yesus bukan hendak menyembuhkan Lazarus dari penyakitnya, tapi membangkitkannya dari kematian, dan tentu saja untuk mengabarkan berita Kerajaan-Nya

Ketika dunia terasa semakin keras dan kejam, berbagai persoalan hidup menerpa kita, sering kita kecewa dan menuduh Tuhan sengaja membuat kita menderita. Kita harus tahu bahwa apa yang kita alami itu sudah diizinkan Tuhan terjadi. Selalu ada maksud di balik “sengaja” yang dilakukan Yesus. Mungkin, Dia ingin membentuk kita menjadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Melalui pengalaman kesulitan hidup dan penderitaan, Tuhan mengajar anak-anak-Nya untuk lebih dekat kepada-Nya, lebih taat kepada pimpinan-Nya, dan lebih percaya kepada kedaulatan-Nya atas segala sesuatu. Yesus sengaja menunda untuk menolong kita, supaya kita mempunyai iman dan terus berharap hanya kepada-Nya. Perhitungan waktu dan tujuan Yesus bebeda dengan yang kita ingini. Tuhan menjawab kita sesuai dengan kebijaksanaan dan kasihNya. (AU)

Questions:
1. Pernahkah Anda berpikir jika Tuhan sengaja tidak menjawab doa Anda dengan segera? Mengapa?
2. Apakah Anda pernah memiliki pengalaman dengan Tuhan terkait kesengajaan yang seolah dilakukan Tuhan dalam hidup Anda? Diskusikan
Values:
Yesus sengaja menunda untuk menolong kita, supaya kita mempunyai iman dan terus berharap hanya kepada-Nya.

Kingdom’s Quotes:
Jika doa kita sampai hari ini belum dijawab Tuhan, mungkin saja Dia sengaja menundanya karena ada prioritas dalam hidup kita yang ingin Tuhan genapi terlebih dulu.