SENJATA ANDALAN IBLIS

SENJATA ANDALAN IBLIS 

Bacaan Setahun:
1Samuel 16:1 – 17:37
Yohanes 15:1 – 16:4
Mzmur 67:1–7

“Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: ‘Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya’” (Yohanes 3:26)

Ian Macpherson, seorang penulis Kristen, pernah menceritakan sebuah kisah kuno tentang daya hancur iri hati. Dikisahkan, iblis sedang melintasi padang gurun Libya dan bertemu dengan seorang yang saleh yang sedang digoda oleh segerombolan setan. Mereka menanamkan keraguan dan ketakutan, membangkitkan berbagai hawa nafsu, bahkan meyakinkannya bahwa seluruh pengorbanan hidupnya sia-sia. Namun, orang saleh itu tetap tidak tergoyahkan.

Melihat usaha mereka gagal, iblis memanggil para setan itu dan berkata bahwa cara mereka keliru. “Biarkan aku yang mencobanya,” katanya. Ia pun mendekati orang saleh itu dan berkata, “Sepertinya kamu belum mendengar kabar baik.” “Kabar baik apa?” tanya orang itu. “Apakah kamu tahu bahwa saudaramu telah diangkat menjadi uskup di Alexandria?” Menurut legenda tersebut, sejak saat itu kecemburuan mulai merayapi hati orang saleh itu.

Saudara, iri hati adalah salah satu senjata paling efektif yang digunakan iblis untuk menghancurkan manusia. Berapa kali ia berbisik dalam hati kita: “Lihat, adikmu punya mobil baru, sementara mobilmu sudah usang.” Atau, “Mengapa kamu masih tinggal di rumah kontrakan, sedangkan saudaramu memiliki rumah yang megah?” Bahkan dalam pelayanan, bisikan itu tidak berhenti: “Kamu sudah bertahun-tahun melayani, tetapi jemaatmu hanya sedikit. Lihat orang lain yang baru memulai, tetapi sudah memiliki jemaat yang besar.” Bukankah hati kita mudah terusik oleh suara seperti itu? Ketika bisikan itu kita terima, iri dan cemburu mulai memenuhi hati, lalu disusul kebencian dan kepahitan. Siapa yang diuntungkan dari keadaan ini? Kita tahu jawabannya.

Karena itu, belajarlah untuk bersyukur dalam segala hal. Jika keadaanmu tidak sebanding dengan orang lain, tetaplah bersyukur kepada Tuhan, sebab kasih-Nya tidak pernah berkurang. Entah rumahmu masih kontrakan, kendaraanmu sederhana, atau keadaanmu jauh dari kata ideal, tetaplah bersyukur. Sebab hati yang bersyukur adalah hati yang terlindungi dari racun iri hati, dan di sanalah damai sejahtera Allah memelihara hidup kita setiap hari dengan setia. Hati yang demikian juga mampu melihat kebaikan Tuhan dalam hal-hal sederhana, serta tetap bersukacita sekalipun keadaan tidak selalu sesuai harapan. Biarlah melalui hidupmu, dalam segala keadaan, nama Yesus dimuliakan. (DH)

Questions:
1. Apakah Anda pernah merasa terganggu saat melihat orang lain lebih “berhasil”?
2. Bisikan perbandingan apa yang paling sering muncul dalam pikiran Anda?

Values:
Saat kita mulai mengukur hidup dari apa yang dimiliki orang lain, kita sedang membuka pintu bagi kehancuran di dalam diri sendiri.

Kingdom Quotes:
Syukur menutup celah bagi iri hati; tanpa syukur, hati kita menjadi ladang yang subur bagi bisikan iblis.