SEPERTI BIJI MATA-NYA
Bacaan Setahun:
Yosua 5:13 – 7:26
Lukas 22:39–62
Mazmur 50:16–23
“Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.” (Mazmur 17:8)
Biji mata adalah bagian tubuh yang paling dijaga secara refleks. Sedikit ancaman saja, seluruh tubuh bereaksi. Kelopak menutup, kepala menunduk, tangan terangkat. Tidak ada organ lain yang dilindungi sedemikian serius. Dengan kata lain, pemazmur sedang berkata, “Tuhan, perlakukan aku seperti sesuatu yang tidak bisa Engkau abaikan, tidak bisa Engkau biarkan terluka.” Ini doa yang indah, tapi juga berani, karena ia menaruh seluruh hidupnya di tangan Allah.
Gambaran kedua tidak kalah kuat: naungan sayap-Mu. Ini bahasa kelekatan, kehangatan, dan rasa aman. Seperti anak burung yang tak berdaya, berlindung di bawah sayap induknya ketika badai datang atau bahaya mengintai. Pemazmur tidak meminta jalan keluar cepat, tetapi tempat aman di hadirat Allah.
Namun ketika kita melangkah ke terang Perjanjian Baru, kasih Allah dinyatakan jauh melampaui apa yang bisa dibayangkan pemazmur. Allah tidak hanya memperlakukan kita seperti biji mata-Nya. Ia memperlakukan kita melebihi itu. Ia menyerahkan nyawa-Nya sendiri. Kita tidak hanya dijaga, kita ditebus. Kita tidak hanya dilindungi, kita diteguhkan melalui darah Kristus.
Di kayu salib, Allah tidak sekadar menutup mata-Nya untuk melindungi kita. Ia membiarkan tubuh-Nya dilukai. Seluruh keberadaan Kristus, totalitas hidup-Nya, diberikan bagi orang berdosa. Itu berarti nilai kita di mata Allah bukan sekadar objek perlindungan, tetapi objek kasih yang ditebus dengan harga tertinggi.
Karena itu, hilangkan keraguan bahwa Allah tidak mengasihi Anda. Salib adalah bukti yang tidak bisa dibantah. Kasih-Nya bukan teori, bukan perasaan, tetapi tindakan nyata dalam sejarah. Jika Allah telah memberikan Anak-Nya, masakan Ia tidak memelihara hidup kita hari ini?
Berdiam di bawah naungan sayap-Nya berarti hidup dengan keyakinan penuh: kita aman, kita dikasihi, dan kita berharga. Keyakinan ini bukanlah pengingkaran atas realitas penderitaan, melainkan keberanian untuk tetap percaya di tengah badai. Di sana, dalam keintiman bersama-Nya, hati kita dipulihkan, iman kita diteguhkan, dan langkah kita diarahkan kembali kepada kehendak-Nya yang sempurna.
Saat dunia terasa tidak pasti, kasih-Nya tetap pasti. Saat manusia mengecewakan, kesetiaan-Nya tidak berubah. Di bawah sayap-Nya, jiwa menemukan ketenangan sejati dan pengharapan yang teguh. Oh betapa indah dan ajaibnya kasih Tuhan, jauh melebihi apa yang dapat kita pikirkan. Amin. (DH)
Questions:
1.Apakah anda datang kepada Allah hanya untuk mencari jalan keluar, atau sungguh mau tinggal di bawah naungan hadirat-Nya?
2.Ketika ketakutan dan ancaman datang, anda bereaksi dengan kepanikan atau dengan iman bahwa anda berharga di mata Allah?
Values:
Di bawah naungan sayap Tuhan, kita tidak selalu lolos dari badai, tapi kita selalu aman di hadirat Nya
Kingdom Quotes:
Salib membungkam semua keraguan: kita tidak hanya dijaga Allah, kita ditebus oleh kasih-Nya.