SHEPHERDING in TRUTH

SHEPHERDING in TRUTH 

Bacaan Setahun:
Yosua 19:1 – 21:19
Yohanes 2:1–25
Mazmur 54:1–7

“Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kuawasi. Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.” (Yehezkiel 34:16 – TB2)

Welcome May 2026. Tema utama renungan bulan Mei 2026 adalah Shepherding in Truth yang memiliki arti Penggembalaan dalam KebenaranShepherding in Truth berarti memimpin, merawat, dan membangun kehidupan orang lain berdasarkan karakter dan firman Allah—bukan kepentingan diri. Ini menjawab pertanyaan utama: Siapa yang benar-benar menjadi Tuhan dalam hidup kita? Jika bukan Allah, maka diri sendiri akan mengambil takhta itu—dan di situlah lahir penyimpangan, termasuk gembala palsu. Mari kita belajar tiga hal tentang Shepherding in Truth.

Yang pertama, Mengenal Tuhan dengan Benar (Relasi, bukan sekadar informasi). Dalam Yehezkiel 34:16 kata “menggembalakan” yang dalam bahasa Ibrani: ra’ah = memberi makan, memelihara, menuntun. Tuhan bukan sekadar dikenal secara teori, tetapi dialami secara pribadi. Dalam Yohanes 10:14 ditegaskan, “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku.” Konteks penulisan pada zaman Yehezkiel, pemimpin Israel gagal mengenal hati Tuhan sehingga mereka menindas umat. Pemimpin rohani hari ini harus membangun keintiman dengan Tuhan, bukan hanya aktivitas pelayanan. Sudahkah kita mengenal Tuhan dan melayani umat Tuhan dengan benar dan baik?

Yang kedua, Meneladani Karakter Tuhan (Kasih yang aktif dan bertanggung jawab). Frasa “yang hilang akan Kucari” dalam Yehezkiel 34:16 menunjukkan tindakan aktif. Kata baqash = mencari dengan kesungguhan. Kita harus meneladani cara Yesus menggembalakan dalam Matius 9:36, di mana Yesus tergerak oleh belas kasihan. Perhatikan sejenak, gembala palsu hanya peduli diri sendiri; namun Tuhan justru mencari yang terluka dan tersesat. Kita harus mengaplikasikan kebenaran tentang penggembalaan sejati, yaitu hadir, peduli, memulihkan—bukan menghakimi atau mengabaikan. Sudahkah kita meneladani karakter Tuhan dalam melayani sesama kita?

Yang ketiga, Hidup Konsisten dalam Kebenaran (Integritas, bukan pencitraan). Kalimat “Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya” dalam Yehezkiel 34:16 menunjuk pada keadilan dan kebenaran. Kata mishpat = keadilan yang benar. Yakobus 1:22 mengingatkan kita, “Jadilah pelaku firman…” Yehezkiel memperhatikan dan menulis bahwa banyak pemimpin tampak benar di luar, tetapi hidupnya menyimpang. Saat ini kita jangan hanya mengajarkan kebenaran—hidupilah setiap hari, bahkan saat tidak terlihat.

Penggembalaan dalam kebenaran dimulai dari hati yang tunduk kepada Tuhan, mencerminkan karakter-Nya, dan konsisten hidup dalam firman. Dunia tidak butuh gembala yang terlihat hebat—tetapi yang benar di hadapan Tuhan. Stay blessed. (DW)

Questions:
1. Sudahkah kita mengenal Tuhan dan melayani umat Tuhan dengan benar dan baik?
2. Sudahkah kita meneladani karakter Tuhan dalam melayani sesama kita?

Values:
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang meneladani karakter Sang Raja dalam melayani semua orang.

Kingdom Quotes:
Kalau Tuhan benar-benar menjadi Tuhan kita, hidup kita akan menjadi gembala yang memulihkan—bukan gembala yang menyesatkan.