STORING TREASURES in HEAVEN
Bacaan Setahun:
Yoh. 16:4-33, 2 Taw. 24, Mzm. 81
“Namun, kumpulkanlah bagimu harta di surga, yang tidak dirusak oleh ngengat dan karat, dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:20 – TB2)
Tema renungan Minggu kedua bulan September 2025 adalah Storing Treasures in Heaven yang memiliki arti Mengumpulkan Harta di Surga. Yesus telah mengajar kita untuk tidak terjebak dalam mengejar kekayaan dunia, karena semua itu bersifat sementara. Sebaliknya, kita dipanggil untuk mengumpulkan harta di surga, yang merupakan investasi kekal yang tak akan pernah hilang nilainya. Harta surgawi bukan tentang materi, tapi tentang hidup yang memuliakan Allah dan berdampak bagi sesama. Mari kita belajar tiga hal tentang Storing Treasures in Heaven.
Yang pertama, Jangan Terjebak Mengejar Harta Duniawi. Harta di bumi bisa hilang, rusak, atau dicuri. Bila hati kita tertambat pada hal-hal fana, kita mudah khawatir, gelisah, goyah dan kehilangan arah hidup. Lukas 12:15 sudah mengingatkan kita bahwa, “Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.” Kita perlu mengevaluasi apakah kita sedang membangun kerajaan pribadi atau hidup dalam ketaatan kepada kehendak Allah. Berhati-hatilah dengan godaan dan jebakan dunia dalam hal harta duniawi, kita bisa terpesona sesaat, namun jangan sampai tersesat dengan daya pikatnya.
Yang kedua, Menyimpan Harta di Surga melalui Perbuatan dan Ketaatan. Harta surgawi dikumpulkan ketika kita hidup benar, memberi dengan penuh syukur dan sukacita, melayani sesama tanpa pamrih, dan melakukan kehendak Bapa dengan setia dan taat. 1 Timotius 6:18–19 sudah mendorong kita, “Lakukanlah kebaikan… simpanlah bagimu suatu dasar yang baik untuk masa yang akan datang…” Setiap tindakan kasih dan kebenaran adalah benih kekekalan yang kita tabur. Sudahkah kita memahami kebenaran ini?
Yang ketiga, Membangun Kerajaan Allah, Bukan Kerajaan Diri Sendiri. Motivasi kita harus murni: apakah semua yang kita lakukan bertujuan untuk memuliakan Allah atau hanya demi kepentingan pribadi? Matius 6:33 dengan jelas mengingatkan kita, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Ketika fokus kita adalah Kerajaan Allah, hidup kita menjadi berarti di masa sekarang dan untuk selamanya.
Mari kita bertanya kepada diri kita apakah kita sedang menumpuk harta yang kekal, atau hanya sibuk membangun kenyamanan sementara. Mari arahkan hati kita untuk hidup bagi Allah. Karena hanya harta di surga yang tak akan pernah hilang dan akan bersaksi untuk kita di kekekalan. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Mengapa kita harus mengumpulkan harta di surga?
2. Bagaimana cara warga Kerajaan Allah mengumpulkan harta di surga?
Values:
Seorang warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau membangun Kerajaan Allah dan bukan kerajaan pribadi.
Kingdom Quotes:
Yesus telah mengajar kita untuk tidak terjebak dalam mengejar kekayaan dunia, karena semua itu bersifat sementara.