SUDAH BERAPA PERSEN?

SUDAH BERAPA PERSEN? 

Bacaan Setahun:

Kej. 38:1 – 39:23
Mat. 13:36–58
Mzm. 11:1–7

“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Matius 25:13)

Tahun 2025 telah berlalu. Setiap tahun kita selalu mendengar, “Ini sudah jam-jam terakhir!”, kemudian berubah menjadi “menit-menit terakhir!”, lalu “detik-detik terakhir!” Namun, sampai saat ini kita masih menanti dengan penuh harap akan kedatangan Kristus. Ada kalanya kita semangat, memenangkan jiwa, jadi saksi Kristus. Namun ada pula masa ketika kita kelelahan, merasa putus asa melihat betapa cepatnya dunia menuju kehancuran.

Dalam Alkitab, ada perumpamaan tentang 10 gadis, yang lima bijaksana, lima bodoh. Semuanya mulanya siap dengan lampunya masing-masing. Hanya saja yang lima menyepelekan perkiraan kedatangan mempelai, dan tidak membawa minyak cadangan. Waktu lampu meredup dan mereka harus pergi mencari minyak, mempelai datang dan menutup pintu sehingga mereka tidak bisa ikut dalam pesta pernikahan.
Jika saja perumpamaan ini ditulis tahun 2025, mungkin perumpamaannya bukan lagi lampu, tetapi handphone, dan minyaknya powerbank.

Jika kita bertanya pada para milenial atau Gen Z: “Apa isi tasmu?” Delapan dari sepuluh mungkin menjawab “HP, powerbank, dan headphone.” Lumayan ya, dibandingkan hanya 50% di Alkitab? Kehidupan rohani kita itu seperti handphone. Powerbank rohani kita diisi melalui kedekatan pribadi yang terus menerus dengan Tuhan lewat firman, doa, dan ketaatan. Headphone dengan noise-cancelling bagaikan telinga yang menyaring suara dunia dan fokus pada suara Roh Kudus. Kita pun biasanya tidak sembarang meminjamkan powerbank saat ragu berapa lama kita tidak punya akses ke charger.

Seperti gadis-gadis itu, kadang masa penantian kita melalui masa kegelapan. Bisa saat di mana dokter memvonis penyakit tertentu, anak yang memberontak, mata pencaharian yang hilang, pernikahan yang retak, serangan depresi, dan sebagainya. Di saat itulah kita tidak bisa semata-mata meminjam hasil saat teduh teman, memakai damai sejahtera yang muncul dari hubungan intim dengan Tuhan, meski dari sahabat kita sekalipun.

Cek tas kita malam ini. Apakah powerbanknya sudah 100%? Apakah headphone kita sudah tersambung ke suara Gembala kita yang baik? Mempelai laki-laki memang rasanya tidak datang-datang, tapi Dia PASTI datang. Jangan sampai kita kedapatan tanpa lampu, berlari-lari mencari colokan, sedangkan pintu mulai menutup. (SO)

Questions:

1. “Powerbank” siapa yang sering anda andalkan?Milik sendiri atau orang lain?
2. Cukup pekakah anda untuk mengetahui kapan baterai anda hampir habis?

Values:

Tidak ada yang bisa menggantikan buah hasil kedekatan kita secara pribadi dengan Tuhan.

Kingdom Quotes:

Untuk bisa menjadi terang buat sesama, kita harus memastikan roh kita punya bahan bakar yang cukup.