SURAT PENGAMPUNAN

SURAT PENGAMPUNAN 

Bacaan Setahun:
Rut 3:1 – 4:22
Yohanes 9:35 – 10:21
Mazmur 62:1–12

“Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: ‘Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk’” (Yohanes 5:14)

Konon ada kisah seorang bernama Caleb Young dari Kentucky merasa bahwa seorang tahanan menerima hukuman yang terlalu berat. la pun menghadap gubernur dan memohon pengampunan bagi orang itu. Permohonannya dikabulkan.

Dengan membawa surat pengampunan, Young pergi ke penjara dan berbincang dengan tahanan tersebut. la bertanya, “Jika kamu dibebaskan, apa yang akan kamu lakukan?” Dengan penuh kemarahan, orang itu menjawab, “Aku akan membalas semua yang telah menghukumku-hakim, pengacara, dan para saksi.” Mendengar itu, Young tidak pernah menunjukkan surat pengampunan yang ia bawa. la keluar dari penjara dan merobeknya.

Saudara, pengampunan adalah pintu menuju anugerah. Namun, tidak semua orang siap menerimanya. Banyak yang tetap terikat pada cara hidup lama, enggan meninggalkan dosa, bahkan saat kesempatan untuk dipulihkan sudah terbuka. Kepada orang yang disembuhkan di kolam Betesda, Yesus berkata, “Jangan berbuat dosa lagi.” Ini bukan sekadar nasihat moral, tetapi panggilan serius untuk bertobat-meninggalkan dosa dan tidak kembali kepadanya.

Ada keterkaitan yang nyata antara dosa dan kehancuran hidup. Dosa yang dipelihara akan merusak, baik secara rohani maupun jasmani, dan pada akhirnya membawa kepada kematian. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan dan terus tinggal dalam pengampunan Allah.

Sering kali anugerah disalahpahami. Kita tahu Tuhan sanggup mengampuni, lalu kita meremehkan dosa-jatuh, minta ampun, lalu mengulanginya lagi tanpa pertobatan yang sungguh. Padahal dosa selalu membawa konsekuensi. Lihatlah Akhan (Yosua 7). Sekalipun ia mengakui kesalahannya, konsekuensi tetap harus ia tanggung.

Hiduplah sungguh-sungguh dalam kebenaran dan kekudusan Allah. Jika masih ada dosa yang tersembunyi, bertobatlah. Tinggalkan itu, dan jangan kembali lagi, supaya hidupmu tidak menuju kepada kehancuran yang lebih besar. Tetaplah berjaga dalam iman, pelihara hati yang peka terhadap suara Tuhan, dan hiduplah dalam pertobatan yang nyata, sehingga anugerah yang diberikan tidak menjadi sia-sia dalam hidupmu. Dan biarlah setiap langkah hidup. kita mencerminkan perubahan yang sejati, menjadi kesaksian yang hidup bagi orang lain, sehingga mereka pun rindu mengenal kasih dan kebenaran Tuhan. (DH)

Questions:
1. Apakah kita benar-benar bertobat, atau hanya menyesal tanpa berubah?
2. Adakah dosa yang masih kita pertahankan diam-diam?

Values:
Anugerah bukan izin untuk terus berdosa, melainkan kuasa untuk meninggalkannya.

Kingdom Quotes:
Dosa yang dipelihara hari ini adalah kehancuran yang sedang dipersiapkan untuk esok.