TAK ‘KU TAHU ‘KAN HARI ESOK

TAK ‘KU TAHU ‘KAN HARI ESOK

Bacaan Setahun:

Yudas 1, Ezra 9-10, Mzm. 95

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Manusia merupakan makhluk ciptaan yang terikat oleh waktu. Artinya, manusia tidak dapat kembali ke masa lalu atau mengubahnya, dan juga tidak bisa mengetahui masa depan. Manusia hanya bisa menghidupi masa kini. Ketika kita menyadari bahwa kita terbatas dan terikat oleh waktu yang terus berjalan setiap detiknya, maka kita memahami bahwa tidak ada satu pun hal yang pantas untuk disombongkan. Ketika manusia berdamai dengan kenyataan hidup yang dialami, dari waktu ke waktu ia mulai merayakan kehidupan dan bersyukur atasnya sebagai anugerah Allah yang sangat berharga.

Salah satu lagu rohani yang dikenal luas berjudul “Tak ‘Ku Tahu ‘Kan Hari Esok”. Lagu ini menggambarkan ketidaktahuan orang percaya akan waktu yang akan dilalui pada esok hari. Namun, orang percaya tahu bahwa tangan Tuhan memegang hidupnya. Sekalipun perasaan gelisah dan ketidakpastian menyelimuti, hal itu tidak membuatnya gentar, karena Tuhan Yesus menyertai. Dengan mengandalkan dan melibatkan Tuhan, orang percaya memegang keyakinan bahwa apa pun yang terjadi, Tuhan tetap hadir. Kasih-Nya yang abadi senantiasa melindungi kita.

Bacaan ayat hari ini menceritakan bagaimana Nabi Yeremia mengirim surat kepada orang-orang buangan yang dibawa oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel. Mereka termasuk tua-tua, imam-imam, nabi-nabi, dan seluruh rakyat Israel. Pesan firman Tuhan lewat Yeremia menguatkan mereka untuk tetap percaya akan rencana Tuhan, yang penuh damai sejahtera dan pengharapan.

Demikian pula kita saat ini. Kita perlu menyerahkan hidup, rencana, dan masa depan kita ke dalam tangan Tuhan, sebab hanya Dia yang mengetahui dan mengarahkan hari esok. Rasa takut, kekhawatiran, dan keraguan adalah hal yang wajar dan manusiawi. Namun, Allah melalui kasih-Nya mengundang kita untuk tetap percaya kepada-Nya.

Kadang, kita lebih percaya pada rencana kita sendiri daripada pada kehendak-Nya karena ego yang kuat. Namun marilah dengan kerendahan hati, kita mengundang Tuhan untuk turut bekerja dalam hidup kita—baik dalam keluarga, pekerjaan, studi, maupun pelayanan. Rencana Allah yang tidak selalu kita mengerti sepenuhnya, adalah undangan agar kita terus belajar bergantung kepada-Nya. Kita tidak perlu tahu segalanya untuk yakin bahwa masa depan ada dalam genggaman-Nya. (AH)

Questions:

1. Mengapa kita percaya bahwa Allah menjamin waktu dan masa depan kita?
2. Apakah kita meletakkan kepercayaan dan kepastian kita pada Tuhan?

Values:

Aku percaya bahwa rencana-Nya terbaik dan tangan Tuhan memegang erat daku.

Kingdom Quotes:

Percayalah pada rencana-Nya sekalipun kita tidak mengetahui hal yang terjadi pada waktu yang akan datang.