TEMPAT YANG SALAH

TEMPAT YANG SALAH 

Bacaan Setahun: 
Mzm. 36 , 2 Sam. 13-14 

“Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat” (1 Korintus 10:6)

Banyak anak Tuhan melakukan kesalahan, sebab mereka pada tempat yang salah. Di samping Israel, kita akan lihat beberapa “tempat yang salah” di mana para hamba Tuhan itu jatuh.

Apakah Anda berada pada jalan ketidakjujuran seperti yang dilakukan oleh Abraham ketika ia pergi ke Mesir (Kej. 12:10-20)? Karena istrinya, Sarah, adalah wanita yang cantik, Abraham takut jangan-jangan orang Mesir akan membunuhnya untuk mendapatkan istrinya. Lalu ia mengakui Sarah sebagai adiknya. Apakah ini sebuah trik untuk menghindari malapetaka? Sekilas ya! Tetapi sebenarnya yang dilakukan Abraham adalah kebohongan. Nyaris saja ia mengorbankan istrinya sendiri bila Tuhan tidak campur tangan. Betapa seringnya kita juga mau berbohong demi untuk keuntungan kita. Dan kita merasa tenang-tenang saja bila strategi kebohongan kita itu berhasil, meskipun harus mengorbankan orang lain.

Apakah Anda melakukan kenajisan seperti yang dilakukan oleh orang mulia seperti Daud ketika ia berada di atas sotoh istana (2 Sam. 11, 12)? Daud menyerahkan dirinya pada insting yang rendah ketika ia melihat wanita cantik mandi. Sebenarnya siapakah yang salah? Batsyeba yang mandi atau orang yang melihat dengan tidak sengaja? Masalahnya bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tetapi Daud saat itu tidak mampu menguasai dirinya. Ia sebenarnya terlalu sering melihat wanita cantik. Bahkan ia mudah saja mencari istri yang cantik lagi di tengah-tengah orang Israel, wong dia raja, pasti banyak yang berharap menjadi selirnya. Tetapi mengapa melihat Batsyeba itu ia menjadi tergoda? Tidak sampai di situ saja, dia bahkan merencanakan pembunuhan terhadap suaminya, supaya ia bisa mendapatkan Batsyeba. Rencana sadis dan gila itu berhasil. Daud mendapatkan Batsyeba, tetapi tak lama setelah itu ia mendapatkan kutuk. Allah tidak tinggal diam dengan kejahatan yang dilakukan oleh Daud itu.

Kapan Anda mempunyai insting yang rendah seperti Daud saat ia melihat Batsyeba? Saat melihat wanita cantik dengan sobekan terlalu tinggi di bagian roknya? Atau melihat wanita cantik dengan baju “setengah jadi”? Hati-hatilah dengan nafsu yang tidak terkendali.

Sejarah itu baik untuk disimak dan dicermati, supaya kita lebih berhati-hati dan waspada. Berdoalah supaya Anda sebagai generasi yang lebih baru bisa lebih lagi hidup di dalam kebenaran dan tidak melakukan kesalahan yang sama, seperti yang pernah dilakukan oleh nenek moyang kita. (DH)

Questions:
1. Bagaimana kita dapat mengidentifikasi “tempat yang salah” dalam hidup kita dan menghindarinya agar tidak terjatuh pada kesalahan yang sama?
2. Bagaimana cara mengendalikan nafsu atau insting rendah yang mungkin muncul dalam kehidupan sehari-hari kita?
Values:
Orang bijak tidak mau jatuh lagi di lubang yang pernah memakan korban nenek moyang.

Kingdom’s Quotes:
Hati-hatilah dengan nafsu yang tidak terkendali.