TETAP BERIMAN WALAU DALAM PENDERITAAN
Bacaan Setahun:
Kej. 21:1 – 23:20
Mat. 8:23 – 9:13
Mzm. 7:10–17
“Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10)
Pesan Yesus kepada Jemaat di Smirna yang disampaikan melalui pengelihatan Rasul Yohanes ketika ia diasingkan di Pulau Patmos (Wahyu 2:8–11) adalah Firman yang disampaikan kepada gereja yang benar-benar ada di kota Smirna, Asia Kecil (sekarang disebut İzmir, Turki modern).
Menurut sejarah, Kota Smirna adalah kota pelabuhan besar di pantai barat Asia Kecil, sekitar 56 km di utara Efesus. Kota Smirna merupakan salah satu kota paling indah dan maju di Kekaisaran Romawi. Kota Smirna dikenal karena kesetiaannya kepada Kaisar Roma — bahkan penduduk di sana membangun kuil untuk menyembah Kaisar sehingga penyembahan kepada kaisar dianggap sebagai bentuk loyalitas politik. Karena itu, orang-orang percaya di Smirna sangat dianiaya, sebab mereka menolak menyembah kaisar dan hanya menyembah Yesus sebagai Tuhan.
Gereja di Smirna adalah buah dari pelayanan Rasul Paulus dan murid-muridnya, karena di dalam Kisah Para Rasul 19:10 dikatakan bahwa: “… sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Menurut sejarah gereja, salah satu tokoh penting dari jemaat Smirna adalah Polikarpus, yang merupakan murid Rasul Yohanes, dan yang menjadi penilik jemaat di Smirna. Polikarpus mati sebagai martir sekitar tahun 155 M. Ia dibakar hidup-hidup karena menolak menyangkal Kristus.
Jemaat di Smirna adalah gereja yang menderita tetapi setia. Ini menjadi simbol dari iman yang tetap teguh walau diuji oleh api. Yesus menghibur dan memuji keteguhan mereka di tengah penderitaan dan aniaya. Dari ketujuh jemaat yang ada di dalam kitab wahyu jemaat di Smirna adalah salah satu jemaat yang tidak mendapatkan teguran. Yesus hanya menguatkan dan menjanjikan mahkota kehidupan bagi mereka yang bertahan sampai akhir.
Pesan Smirna tetap relevan untuk kita hari ini, terutama bagi kita yang sedang menghadapi tekanan iman. Mungkin penderitaan yang kita alami tidak dalam bentuk penganiayaan seperti yang dialami jemaat di Smirna. Namun penderitaan itu juga mengguncang iman kita seperti sakit yang tak kunjung sembuh, bisnis yang macet, pasangan yang mengecewakan atau dikhianati oleh orang yang paling dipercaya dan lain sebagainya.
Namun jika penderitaan itu karena kebodohan kita, bertobatlah! Tuhan tidak buta terhadap kesakitan dan perjuangan yang kita hadapi. Mujizat-Nya masih ada sampai hari ini. Perkataan yang sama Dia juga katakan kepada kita: “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!” Dia adalah Tuhan yang peduli. Ada upah bagi setiap kita yang setia sampai akhir sebab iman sejati diuji dalam kesetiaan, bukan dalam kenyamanan. (RSN)
Questions:
1. Penderitaan apa yang sedang anda alami saat ini?
2. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kehidupan jemaat di Smirna?
Values:
Apapun pergumulan kita hari ini, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang peduli akan ada upah bagi setiap kita yang setia sampai akhir.
Kingdom Quotes:
Jemaat di Smirna simbol dari iman yang tetap teguh walau diuji oleh api, iman sejati diuji dalam kesetiaan, bukan dalam kenyamanan.