TETAP PERCAYA SAAT PROSES PEMURNIAN
Bacaan Setahun:
Bilangan 26:1 – 27:11
Lukas 7:36–50
Amsal 8:12–21
“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1 Petrus 1:7)
Dalam perjalanan iman seseorang, sering kali Allah tidak menjelaskan mengapa kita harus melewati api penderitaan. Kita kerap menginginkan alasan, jadwal, dan kepastian. Namun, Alkitab menunjukkan bahwa Allah lebih tertarik membentuk iman percaya kita yang murni tanpa harus memberikan penjelasan secara lengkap. Rancangan Tuhan sulit dipahami oleh pikiran manusia yang terbatas, sebagaimana tertulis dalam Yesaya 55:8-9 bahwa rancangan Allah melampaui pengertian manusia.
Tuhan tidak selalu menjelaskan proses, tetapi Dia pasti akan menyatakan tujuannya. Rasul Petrus tidak menjelaskan detail penderitaan jemaat, tetapi menegaskan hasilnya mengenai: kemurnian iman yang seperti emas dimurnikan dengan api, iman dimurnikan melalui ujian. Ketika penjelasan tidak diberikan, maka iman dipanggil untuk percaya sepenuhnya pada karakter Allah, bukan lagi pada pemahaman kita yang terbatas sebagai manusia.
Iman bukan sekadar perasaan, melainkan keputusan untuk tetap percaya walau tidak mengerti. Di lembah pemurnian, kita belajar berkata: “Tuhan, aku tidak mengerti rencana-Mu, tetapi aku percaya karakter-Mu.” Kita telah ketahui bahwa Alkitab mencatat bahwa Yesus sendiripun harus melewati lembah penderitaan, namun Yesus memilih untuk tetap taat kepada kehendak Bapa. Yesus adalah teladan iman yang sempurna bagi setiap kita yang juga akan melewati semua proses pemurnian tersebut tapa terkecuali.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita di lembah, la sedang bekerja di dalam kita. Seperti yang tertulis dalam kitab Yesaya 43:2, “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau.” Dia Tuhan yang setia yang selalu akan menyertai kita saat di lembah apapun dalam hidup kita, karena itu tetaplah percaya akan segala janji-janji Tuhan atas hidup kita dan jangan goyah.
Jika saat ini anda sedang berada di lembah pemumian dan seolah-olah Tuhan tidak menjawab mengapa anda harus berada di situ, satu hal yang perlu dilakukan adalah tetap setia dalam iman. Jangan menyerah, jangan goyah, dan jangan salah menilai proses yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup anda, Sadarilah bahwa api pemurnian bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk memurnikan iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Saat ini juga, ambil keputusan untuk selalu tetap pegang janji firman Tuhan, tetap setia, dan tetap percaya. Karena iman yang bertahan saat proses api pemurnian di lembah akan keluar bersinar dalam kemuliaan-Nya. Ketahuilah bahwa iman yang murni akan menghasilkan puji-pujian, kemuliaan, dan kehormatan pada saat Kristus menyatakan diri-Nya. (TL)
Questions:
1. Faktor apa yang bisa menggagalkan iman percaya kita kepada Tuhan saat Api pemurnian datang dalam hidup kita?
2. Api pemurnian seperti apa yang pernah anda alami? Bagaimana respons anda? Diskusikan!
Values:
Api pemurnian bukan untuk menghancurkan hidup kita tetapi untuk membersihkan hidup kita, supaya semakin bersinar dalam kemuliaan-Nya.
Kingdom Quotes:
Orang yang tetap teguh imannya walau di tengah api pemurnian adalah orang yang berkarakter kuat seperti Kristus.