TETAP TEGUH
Sabtu
19 September 2026
Bacaan Setahun:
Yes. 44:24–46:13
Gal. 4:21–31; 5:1–6
Mzm. 108:6–13
“Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!”
(1 Korintus 16:13)
Ketika kita membuka kotak pesan di perangkat komunikasi, maka setiap hari senantiasa ada banyak sapaan dan ucapan yang terbaca di grup media sosial; mulai dari sekedar ucapan selamat pagi, sampai nasihat dan kalimat-kalimat motivasi yang membutuhkan perenungan mendalam bak ditulis oleh konselor atau filsuf besar. Pagi ini sapaan grup tetangga cukup menyejukkan, “Mulailah hari dengan ucapan syukur, jalanilah dengan ikhlas.” Ketika orang percaya berdiri teguh dalam iman dan pengharapan, maka ucapan syukur akan terpancar, karena ia yakin Tuhan lebih besar dari tantangan yang menghadang, sehingga dengan ikhlas menjalani momen itu sebagai sekolah kehidupan.
Kehidupan orang percaya tidak lepas dari tantangan dan persoalan, namun Rasul Paulus memberikan empat perintah yang singkat tetapi sangat kuat, salah satunya ialah berdiri teguh dalam iman. Keteguhan bukan berarti tidak pernah goyah, melainkan tetap memilih percaya kepada Tuhan sekalipun keadaan sulit, karena iman yang sejati tidak bergantung pada situasi tetapi pada kesetiaan-Nya. Berdiri teguh dalam iman juga berarti tetap taat pada firman-Nya dan kuat ketika badai kehidupan datang menguji iman.
Namun ada beberapa hambatan yang sering membuat seseorang sulit berdiri teguh dalam iman. Kekecewaan, rasa takut, pencobaan dan penderitaan dapat menimbulkan keraguan terhadap kasih dan penyertaan Tuhan. Sedangkan godaan dunia, seperti keinginan akan harta, popularitas, dan kenyamanan secara perlahan akan menjauhkan hati dari Tuhan. Demikian pula, pengaruh lingkungan yang tidak selaras dengan nilai-nilai Kerajaan berpotensi membuat orang percaya berkompromi dengan dosa.
Berdiri teguh dalam iman bukan berarti tidak pernah mengalami rasa takut atau bebas dari pergumulan, tetapi tetap memilih setia dan taat kepada Tuhan di tengah segala keadaan yang sukar, percaya bahwa Ia memberikan kekuatan kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya. Karena itu, kita perlu membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa, membaca dan merenungkan firman-Nya, serta bersekutu dengan sesama orang percaya, sehingga iman akan semakin bertumbuh dan mampu menghadapi setiap tantangan. Marilah kita tetap setia dan tidak menyerah dan terus berpegang pada Kristus, sumber pengharapan dan dasar yang teguh. (YL)
Questions:
- Apakah yang dimaksud dengan berdiri teguh dalam iman?
- Kebiasaan rohani apa yang perlu kita bangun agar iman tetap teguh?
Values:
Keteguhan iman tidak membuat seseorang keras hati, namun diwujudkan dalam kasih kepada sesama.
Kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.
(Filipi 1:27)