TETAP WASPADA

TETAP WASPADA 

Bacaan Setahun:

Wahyu 4, Neh. 5:1-7:4, Mzm. 99

“Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Matius 24:44)

Waspada adalah sikap berhati-hati dan berjaga-jaga terhadap kemungkinan bahaya dan ancaman. Dalam bahasa Indonesia, waspada juga bisa berarti siaga, awas, atau berhati-hati. Sikap waspada sangat penting untuk menjaga diri dari berbagai resiko, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam situasi tertentu. Sikap berjaga-jaga pasti ada dalam hidup kita sehari-hari. Setiap hari bukankah kita terus waspada terhadap copet, perampok, atau pencuri, dan kita mengantisipasinya dengan berbagai cara agar harta benda kita tidak beralih tangan tanpa kita ketahui?

Komentar Tuhan Yesus mengenai kondisi orang pada akhir zaman perlu benar-benar kita perhatikan. Untuk menjelaskan kedatangan-Nya yang kedua kali, Yesus menggunakan analogi orang-orang pada zaman Nuh (Matius 24:37). Pola hidup manusia kala itu sangat korup. Mungkin mereka mendengar peringatan dari Nuh bahwa Tuhan akan menghukum dunia dengan air bah, tetapi mereka tidak peduli. Mata mereka baru terbuka ketika air bah itu datang, tetapi semuanya sudah terlambat. Mereka tetap saja menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk dosa dan kejahatan mereka, tanpa sedikit pun merespons firman Tuhan. Peringatan yang tegas dianggap angin lalu.

Gambaran ini sejajar dengan keadaan banyak orang pada akhir zaman: semakin tak peduli terhadap Tuhan, kebenaran, dan keadilan. Firman Allah diabaikan, bahkan peringatan tentang kedatangan Kristus yang kedua dianggap hal biasa. Padahal, Yesus berkata bahwa kedatangan-Nya akan terjadi tiba-tiba seperti pencuri. Orang yang waspada tentu berbeda dari yang lengah dan tertidur. Orang yang serius menantikan Tuhan akan bertekun dalam iman, doa, dan karya kasih. Ia akan giat dalam pertobatan, menjaga hidupnya agar tetap kudus, dan mengutamakan kehendak Allah di atas segalanya. Orang demikianlah yang kelak akan mendengar ucapan indah dari Tuhan: “Berbahagialah engkau, hai hamba yang setia.”

Amsal 4:23 menasihatkan, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Hati manusia adalah pusat kendali kehidupan. Dari hati keluar instruksi, motivasi, dan keputusan yang menentukan arah hidup. Hati mencerminkan siapa kita sebenarnya. Hati bisa menuntun kita untuk berkata jujur, tetapi juga dapat mendorong kita untuk berbohong. Begitu besar kuasa hati! Itu sebabnya firman Tuhan mengingatkan agar kita menjaga hati dengan kewaspadaan. Hati yang dijaga akan menuntun kita hidup benar, tetapi hati yang dibiarkan lengah akan menyeret pada kehancuran. Maka, marilah kita berdoa agar Roh Kudus menolong kita menjaga hati tetap murni, hidup dalam pertobatan, dan selalu berjagajaga menantikan Kristus. (AU)

Questions:

1. Apakah hati Anda sudah benar-benar terjaga dalam Tuhan?
2. Godaan apa yang paling sering membuat Anda lengah? Diskusikan!

Values:

Waspada berarti menjaga hati tetap murni, agar ketika Kristus datang, kita didapati setia dan layak sebagai milik-Nya.

Kingdom Quotes:

Kesetiaan pada Kristus adalah buah dari hati yang dijaga dengan kewaspadaan.