Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kisah Para Rasul 2:1-4)
Peristiwa Pentakosta merupakan salah satu momen paling penting dalam sejarah gereja. Pada hari itu, Roh Kudus dicurahkan atas para murid dan mengubah mereka dari sekelompok orang yang takut menjadi para saksi Kristus yang penuh keberanian. Namun Pentakosta bukan sekadar peristiwa sejarah yang terjadi dua ribu tahun yang lalu. Pentakosta adalah pola kehidupan yang Tuhan kehendaki untuk terus dialami oleh setiap orang percaya hingga hari ini.
Kehidupan rohani tidak dapat bergantung pada pengalaman masa lalu. Urapan yang diterima bertahun-tahun lalu tidak cukup untuk menghadapi tantangan zaman sekarang. Bahkan pengalaman rohani yang terjadi kemarin pun tidak dapat menggantikan kebutuhan akan perjumpaan yang baru dengan Tuhan hari ini. Karena itu setiap orang percaya membutuhkan fresh anointing—urapan yang segar dan baru dari Roh Kudus.
Seperti tubuh yang membutuhkan makanan setiap hari, roh manusia juga perlu terus dikenyangkan oleh hadirat Tuhan. Ketika roh kita kenyang dengan hadirat-Nya, jiwa dan tubuh kita pun akan mengalami kepuasan. Sebaliknya, ketika roh kita kosong, berbagai godaan dunia akan mudah menarik perhatian dan menguasai hidup kita. Oleh sebab itu, orang percaya harus menjaga rasa lapar dan haus akan Tuhan agar selalu hidup dalam kepenuhan Roh Kudus.
Berkat Pentakosta: Warisan Kerajaan Allah
Ketika Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, Tuhan memberikan berbagai keuntungan rohani kepada umat-Nya. Pencurahan Roh Kudus membawa enam warisan Kerajaan Allah bagi setiap orang percaya, yaitu:
- Kingdom Connection, yaitu koneksi dengan surga.
Banyak orang berusaha membangun relasi dengan orang-orang penting demi memperoleh keuntungan atau kemudahan dalam hidup. Namun sesungguhnya koneksi terbesar yang dapat dimiliki manusia adalah hubungan dengan Allah sendiri. Melalui Roh Kudus, kita memiliki akses langsung kepada Bapa. Kita tidak membutuhkan perantara manusia untuk datang kepada Tuhan, sebab kita telah dijadikan imam-imam dan raja-raja dalam Kerajaan-Nya.
- Kingdom Privilege, yaitu hak istimewa sebagai warga Kerajaan Allah.
Sebagaimana warga negara memperoleh perlindungan dan fasilitas dari negaranya, demikian pula anak-anak Tuhan menerima berbagai hak istimewa dari Kerajaan Surga. Bedanya, sumber daya kerajaan dunia terbatas, sedangkan sumber daya Kerajaan Allah tidak terbatas. Kasih karunia, perlindungan, pemeliharaan, penyertaan, dan pertolongan Tuhan tersedia bagi setiap anak-Nya tanpa batas.
- Kingdom Power, yaitu kuasa Kerajaan Allah.
Roh Kudus memberikan kuasa ilahi kepada orang percaya untuk menjadi saksi Kristus, menghadapi kuasa kegelapan, dan melayani sesama. Kuasa ini bukan berasal dari kemampuan manusia, melainkan dari Roh Kudus yang tinggal di dalam diri orang percaya.
- Kingdom Authority, yaitu otoritas Kerajaan Allah.
Kuasa tanpa otoritas tidak memiliki legitimasi. Karena itu Tuhan tidak hanya memberikan kuasa, tetapi juga otoritas kepada umat-Nya untuk menjalankan kehendak-Nya di bumi. Otoritas ini membuat orang percaya mampu berdiri teguh menghadapi berbagai tantangan hidup dan melaksanakan tugas yang dipercayakan Tuhan.
- Kingdom Mandate, yaitu mandat atau tugas dari Raja.
Setiap orang percaya menerima panggilan untuk menghadirkan Kerajaan Allah di mana pun mereka berada. Yang menarik, setiap mandat selalu disertai dengan dukungan penuh dari Kerajaan Allah. Tuhan tidak pernah mengutus tanpa memperlengkapi. Ketika seseorang berjalan dalam panggilannya, Tuhan menyediakan kuasa, hikmat, dan pertolongan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut.
- Kingdom Community, yaitu komunitas Kerajaan Allah.
Roh Kudus mempersatukan orang percaya dari berbagai latar belakang menjadi satu keluarga besar dalam Kristus. Dalam Kerajaan Allah tidak ada kasta sosial, status ekonomi, maupun perbedaan yang memisahkan manusia. Semua orang yang ditebus oleh Kristus adalah anak-anak Raja.
Dua Dimensi Urapan Roh Kudus
Ada dua dimensi urapan Roh Kudus yang diterima oleh orang percaya, yaitu:
- Inward Anointing atau urapan dari dalam.
Urapan ini bekerja membentuk karakter Kristus dalam hidup seseorang. Roh Kudus memampukan manusia untuk hidup kudus dan benar. Tanpa pertolongan Roh Kudus, manusia tidak akan mampu menghasilkan kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Roh Kudus adalah sumber kekuatan untuk hidup dalam kekudusan dan kebenaran setiap hari.
- Outward Anointing atau urapan dari luar, yaitu baptisan Roh Kudus dan api.
Urapan ini memberikan kuasa supernatural untuk melayani, bersaksi, melakukan pekerjaan-pekerjaan Kerajaan Allah, dan menghadapi kuasa kegelapan. Jika urapan dari dalam membentuk karakter Kristus, maka urapan dari luar memperlengkapi orang percaya dengan kuasa Kristus.
Kedua dimensi urapan ini harus berjalan bersama. Karakter tanpa kuasa akan menghasilkan kehidupan yang lemah. Sebaliknya, kuasa tanpa karakter dapat menjadi berbahaya. Tuhan menghendaki umat-Nya memiliki karakter Kristus sekaligus kuasa Kristus.
Kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus akan menghasilkan tiga dampak utama dalam kehidupan orang percaya, yaitu:
- Life Will Flow.
Dari dalam hati orang percaya akan mengalir sungai-sungai air hidup. Kasih, damai sejahtera, sukacita, dan kebenaran akan mengalir kepada orang-orang di sekitarnya. Kehadiran mereka membawa kehidupan dan pengharapan.
- Life Will Glow.
Hidup orang yang dipenuhi Roh Kudus akan bersinar. Karakter Kristus akan terpancar melalui sikap, perkataan, dan tindakannya. Kehidupan mereka menjadi terang bagi dunia yang gelap.
- Life Will Overflow.
Berkat Tuhan tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan melimpah kepada banyak orang. Kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus akan membawa dampak bagi keluarga, komunitas, kota, bahkan bangsa-bangsa. Orang yang diurapi Tuhan tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri, tetapi menjadi saluran berkat bagi dunia.
Salah satu bukti paling nyata dari pekerjaan Roh Kudus adalah transformasi hidup. Roh Kudus mampu mengubah orang yang takut menjadi berani, orang yang kalah menjadi pemenang, dan orang yang tidak memiliki tujuan menjadi pribadi yang hidup dengan visi dan panggilan yang jelas. Para murid Yesus adalah contoh nyata. Sebelum Pentakosta mereka hidup dalam ketakutan. Namun setelah dipenuhi Roh Kudus, mereka menjadi saksi Kristus yang berani hingga ke ujung bumi. Demikian pula setiap orang percaya yang mengalami kepenuhan Roh Kudus akan mengalami perubahan hidup yang nyata.
Pentakosta mengajarkan bahwa kehidupan Kristen tidak dimaksudkan untuk dijalani dengan kekuatan manusia semata. Tuhan menyediakan Roh Kudus sebagai sumber kehidupan, kekudusan, kuasa, dan kemenangan. Melalui Roh Kudus, orang percaya menerima koneksi dengan surga, menerima hak istimewa Kerajaan Allah, kuasa, otoritas, mandat, dan komunitas Kerajaan.
Karena itu setiap orang percaya dipanggil untuk terus mencari urapan yang segar. Ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita, sungai kehidupan akan mengalir dari dalam diri kita, terang Kristus akan bersinar melalui hidup kita, dan berkat Tuhan akan melimpah kepada banyak orang. Inilah kehidupan Pentakosta yang Tuhan rindukan bagi gereja-Nya: hidup yang kudus, penuh kuasa, berbuah, dan berdampak bagi dunia. Amin. (VW)