THE CHOSEN GENERATION

THE CHOSEN GENERATION 

Bacaan Setahun: 
Mzm. 11;  Kej. 19-20; Mat. 3 

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu, keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (1 Petrus 2:9)

Di dalam Kristus tidak ada kata kebetulan, yang ada hanyalah kepastian. Termasuk ketika saya dan saudara dipilihNya, itu bukanlah kebetulan, tetapi sebuah kepastian karena kita memang sudah ditetapkan sejak semula (Roma 8:29). Oleh sebab itu kita harus mensyukuri hal tersebut dengan memberikan seluruh hidup kita sungguh-sungguh kepada Tuhan.

Ada 4 respon berbeda yang muncul ketika seseorang menanggapi panggilan Tuhan di dalam hidupnya; menolak, menerima, menunda, dan ragu-ragu. Yang harus kita pahami adalah, apa pun respon yang muncul semuanya berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi kita. Sangat disayangkan bila Anda sudah dipilih dan dipanggil namun Anda menolak-Nya, menunda-Nya, dan ragu-ragu, artinya Anda sedang menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Kesempatan kedua tidak selalu datang dalam hidup kita. Namun, alangkah berbahagianya bila Anda meresponi pilihan dan panggilan Tuhan dengan hati yang terbuka. Itu berarti bahwa rencana Allah sedang tergenapi melalui kehidupan Anda. Bersyukurlah untuk hal itu. Anda adalah The Chosen Generation

The chosen generation menerima previlege sebagai imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Kalimat imamat yang rajani, bangsa yang kudus, mengandung arti bahwa setiap kita yang telah ditebus, dipilih, dikuduskan, bahkan dipisahkan, supaya kita memiliki karakteristik seorang raja; yang mempunyai kuasa, otoritas, dan juga karakter dan nilai-nilai moral yang tinggi. Kehidupan kita tidak boleh lagi sama seperti kehidupan yang sebelumnya, yang masih di dalam kegelapan. Itulah sebabnya mengapa untuk menjadi seorang imam tidak boleh sembarangan atau sembrono hidupnya. Kita harus menyadari karena kita dipilih maka kita spesial, bernilai, dan berharga di mata Tuhan.

Disamping itu the chosen generation juga menerima tanggung jawab untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia atau menjadi saksiNya. Kata memberitakan di sini tidak selalu harus seperti seorang pengkotbah yang berkotbah di balik mimbar, atau seperti seorang pendeta yang fasih berkotbah dengan pengetahuan theologia yang tinggi. Kita bisa memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang besar melalui kehidupan kita sehari-hari di rumah, di kantor, di komunitas, di sekolah, di kampus, dan juga di lingkungan bermasyarakat. Kotbah yang dihidupi sehari-hari jauh lebih efektif dan berdampak bagi orangorang yang ada di sekitar kita. Nah, tentunya tidak ada alasan bagi kita untuk berkata tidak bisa bersaksi, bukan? (LA)

Questions:
1. Sebutkan 4 respon berbeda dari orang-orang yang menanggapi pilihan dan panggilan Tuhan di dalam hidupnya?
2. Apa maksud dari The Chosen Generation memiliki previlege sebagai imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri?

Values:
Setiap warga Kerajaan menyadari fungsi dan tanggung jawabnya sebagai imamat yang rajani. Di mana ia berada maka nilai-nilai Kerajaan juga harus ia aplikasikan.

Kingdom’s Quotes:
Menjadi generasi pilihan adalah anugerah. Banyak yang dipanggil namun sedikit yang dipilih!