(27) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. (28) Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.” (Lukas 7:27-28)
The Forerunner adalah orang yang mendahului Sang Raja untuk memberitakan kedatanganNya. Orang tersebut adalah Yohanes Pembaptis, Yesus menyebutnya bahwa: “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.”
Jika kita membaca di dalam Injil Lukas pasal 3, keadaannya mirip dengan akhir zaman. 2 Timotius 3 menuliskan bahwa akan tiba masa yang sukar. Sukar di sana adalah kalepos. Artinya buas dan sadis terutama kepada orang percaya dan para pengikut Kristus.
Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun setelah 400 tahun tidak ada wahyu, tidak ada pernyataan Tuhan tidak ada penglihatan dan Tuhan memilih dia menjadi the forerunner.
Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu. Yohanes Pembaptis berdiri di negeri yang penuh tantangan dan memanggil mereka untuk bertobat. Melalui Yohanes Pembaptis, Allah menyampaikan firmanNya dan mengingatkan kita untuk hidup dengan benar.
Ketika hidup benar tidak selamanya akan aman-aman saja. Ketika Yohanes Pembaptis berdiri di tengah-tengah kebenaran dan menegur raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya, raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara. Dari dalam penjara Yohanes Pembaptis merasa ragu sehingga ia mengutus murid-muridnya bertanya kepada Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” (Matius 11:3). Dan kita tahu pada akhirnya kepalanya dipotong ditaruh di sebuah talam.
Menanggapi pertanyaan Yohanes Pembaptis, Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Lukas 7:22)
Dunia ini penuh dengan ketidakadilan dan ketidakbenaran. Yang baik dan benar jadi salah dan yang salah jadi benar. Bahkan ukuran sukses duniapun mulai masuk ke dalam gereja. Apa yang dianggap sukses dan hebat dinilai dari sudut pandang dunia, yaitu harta, kekayaan, pangkat atau kedudukan mulai masuk ke dalam gereja.
Pada masa itu ada Hanas dan Kayafas menjadi imam besar. Hanas adalah adalah imam besar terdahulu dan Kayafas adalah menantunya. Mereka adalah oknum yang melakukan komersialisasi dalam rumah Tuhan. Dan inilah yang dihancurkan Yesus. Dia menjungkir balikkan meja penukar uang, melepas domba-domba, merpati-merpati yang diperdagangkan dan berkata: “Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!” (Markus 11:7)
Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
Yohanes Pembaptis memiliki gaya hidup yang sangat sederhana.Pakaiannya dari kulit unta dan ikat pinggang kulit, makanannya belalang dan madu hutan. Simplicity is greatness. Namun dampak kehidupan Yohanes Pembaptis begitu luar biasa. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Tidak heran jika saat ini kita melihat begiu banyak penganiayaan terhadap orang-orang percaya dan pengikut Kristus.
Yohanes Pembaptis tidak mencari ketenaran, tetapi fokus pada mengenalkan Yesus sebagai Anak Allah. Dia mengajarkan pentingnya merendahkan diri dan tidak berfokus pada diri sendiri. Dia menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati berasal dari mengosongkan diri, melayani orang lain dan membawa orang itu kepada Tuhan. Dia tidak melakukan mukjizat spektakuler, tetapi kesetiaannya menunjukkan kebesarannya.
Kita harus senantiasa berjaga-jaga menyambut kedatangan Tuhan yang sudah semakin dekat, janganlah masalah dan persoalan hidup mempengaruhi kita untuk meragukan janji Tuhan di dalam hidup kita karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang luar biasa, yang tidak pernah mengingkari janji-janjiNya. Manusia bisa memberikan harapan palsu tetapi Tuhan kita kalau berjanji pasti menggenapi. Dia bukan manusia sehingga Dia berdusta. Dia bukan anak manusia sehingga Dia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan 23:19).
Firman Tuhan juga mengatakan: Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. (Lukas 12:37-38).
Zakharia menubuatkan bahwa kehidupan Yohanes Pembaptis: Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, (Lukas 1:76-78).
Bagaimana Yohanes Pembaptis memiliki karakter yang rendah hati? DNA karakter orang tua kita mempengaruhi diri kita, dan keteladanan seperti yang ditunjukkan oleh Elisabeth, menjadi contoh bagi kita. Elizabeth adalah seorang yang rendah hati.
Kriteria apa yang terdapat didalam kehidupan Yohanes pembaptis? Ia adalah seorang yang selfless (Tanpa Pamrih). Ia juga seorangyang fearless (tanpa takut) dan enviless (tanpa iri hati). Yohanes Pembaptis tidak takut untuk berbicara kebenaran, bahkan ketika itu membawanya kepada kematian. Dia tidak iri dengan pelayanan Tuhan Yesus, bahkan hidupnya senantiasa memberitakan tentang Yesus.
Melalui kehidupan Yohanes Pembaptis kita diingatkan untuk memilih jalan yang benar dan berani dalam menghadapi tantangan, dengan tetap berfokus pada Yesus. Dia adalah Pengantin Pria dan kita sebagai Gereja adalah Pengantin Wanita. Kita perlu terus menceritakan kebaikan Tuhan dan menjaga iman kita, meskipun kita menghadapi kesulitan. Jadilah warga Kerajaan yang menjadi besar dalam kerendahan hati dan tidak takut kepada manusia, serta selalu mengutamakan nama Yesus di dalam hidup kita. Amin. (RCH).