THE HOLY ONE

THE HOLY ONE

Bacaan Setahun:

Ulangan 2:24 – 4:14
Lukas 10:25 – 11:4
Mazmur 41:7–13

“sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.” (Mazmur 16:10)

Tema Paskah ROCK Ministry tahun ini adalah The Holy One, merujuk kepada pribadi yang Kudus yaitu Pribadi Kristus. Kekudusan adalah tema utama di dalam Alkitab, karena Allah kita adalah Allah yang kudus. Itulah sebabnya ketika manusia jatuh ke dalam dosa manusia tidak lagi dapat bersekutu secara intim dengan Allah. Allah yang kudus tidak mungkin dipersekutukan dengan manusia yang sudah tercemar oleh dosa. Kekudusan Allah adalah kekudusan yang sempurna, Dia tidak dapat berbuat dosa maupun menoleransi dosa. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, kebenaran Allah dinyatakan: manusia mengalami kematian dan upah dosa adalah maut. Kasih Allah yang sempurna melihat bahwa segala usaha manusia adalah sia-sia maka Allah bertindak agar manusia dapat mengalami kembali persekutuan dengan Allah.

Dibutuhkan korban yang kudus, sempurna dan tak bercacat cela untuk menghapuskan dosa manusia, karena tidak satupun korban binatang yang ada di dalam Perjanjian Lama dapat menghapus dosa-dosa manusia. Ketika segala usaha manusia gagal, masih ada harapan bagi umat manusia, sebuah nubuat bahwa Allah akan menjaga dan membangkitkan Pribadi yang Kudus, Pribadi yang tidak dikuasai maut dan tidak mengalami kebinasaan, karena la adalah Yang Kudus milik Allah. Dialah Pribadi Yesus, Pribadi yang kudus tanpa dosa, yang tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan namun la memilih untuk taat sepenuhnya kepada kehendak Bapa sampai mati di kayu salib (Filipi 2:8).

Sebuah ketaatan yang lahir dan kekudusan dan kasih. Penderitaan-Nya bukan kelemahan, melainkan bagian dari rencana penebusan Allah di mana kasih Allah dinyatakan secara nyata-melalui pengorbanan yang menggantikan kita. Yesus Kristus yang adalah Allah, Dia juga manusia seutuhnya yang tanpa dosa, rela mati sebagai korban yang sah dan sempurna bagi penebusan seluruh umat manusia, la menjadi Anak Domba Paskah yang dikorbankan. Di atas salib darah-Nya tercurah, darah yang tidak berdosa agar dapat menghapus dosa dan mendamaikan kita dengan Allah. Melalui pengorbanan Kristus, penghalang antara Allah dan manusia telah disingkirkan. Akses kepada Allah kini terbuka, bukan lagi melalui sistem korban, tetapi melalui Yesus sebagai Imam Besar yang sempurna.

Hari ini, ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat maka kita dibenarkan dan dikuduskan. Kita diberikan identitas baru, yang tadinya budak dosa menerima status sebagai anak dan menjadi ahli waris Kerajaan Sorga; serta hidup di dalam kekudusan. Kekudusan bukan sekadar status rohani, tetapi panggilan untuk hidup berbeda-dipisahkan bagi Allah dan setia dalam ketaatan. Kekudusan bukanlah jalan menuju Kristus, tapi Kristuslah jalan menuju kekudusan. Hidup dalam kekudusan adalah respons syukur atas karya salib dan kebangkitan-Nya bagi kita. (RSN)

Questions:

1. Sudahkah Anda menerima Pribadi Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat Anda?
2. Bagaimana respons hidup Anda ketika Anda telah dibenarkan dan dikuduskan melalui korban Kristus?

Values:

Sebagai manusia berdosa kita seharusnya menerima hukuman dan murka Allah, tetapi karena kasih-Nya, Yesus rela mati menggantikan kita.

Kingdom Quotes:

Kekudusan bukan sekadar status rohani, tetapi panggilan untuk hidup berbeda—dipisahkan bagi Allah dan setia dalam ketaatan.