Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.
(Filipi 3:10)
Perbedaan Kebangkitan Yesus dengan Kebangkitan Lazarus
Kedua kebangkitan ini berbeda. Kata Yunani yang digunakan juga berbeda. Lazarus dibangkitkan untuk kemudian mati lagi (Exypnizo artinya wake up). Namun Yesus bangkit untuk hidup selama-lamanya (Anastasis artinya resurrection).
Mengapa Harus ada Kebangkitan Yesus?
Peristiwa kebangkitan Yesus adalah untuk membuktikan bahwa Ia bisa mengalahkan maut. Kalau Yesus tidak bangkit maka sia-sialah kepercayaan kita, yaitu segala kesalehan kita, misalnya tidak mencuri, tidak berzinah, tidak membunuh atau tidak berbuat jahat lainnya maka semuanya akan sia-sia.
Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. (1 Korintus 15:17)
Yesus mati bagi dosa-dosa kita, namun tidak berhenti di sana. Dia bangkit dan naik ke surga. Peristiwa Yesus naik ke surga terjadi di hadapan 500 pasang mata. Artinya, peristiwa ini adalah suatu fakta yang tidak terbantahkan. Tubuh kemuliaan sebenarnya tidak bisa rusak dan tidak memerlukan makan. Tetapi sebelum naik ke surga, Yesus memakan ikan goreng untuk membuktikan bahwa Dia bukanlah hantu.
Teladan Tujuan Hidup Rasul Paulus
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Filipi 3:10,11)
Rasul Paulus menyatakan bahwa hal terpenting dalam hidupnya adalah mengenal Yesus secara lebih intim, dan terus menerus mengalami kuasa kebangkitan-Nya. Rasul Paulus bahkan menekankan pentingnya memiliki persekutuan di dalam penderitaan-Nya. Hal ini untuk mengkonfimasi bahwa ia adalah murid Yesus, karena setiap murid sejati pasti akan mengalami apa yang dialami oleh gurunya.
Pentingnya Memiliki Pewahyuan Pribadi tentang Siapa Yesus
Kaisarea Filipi merupakan tempat yang menjadi pusat penyembahan berhala. Di sana ada penyembahan kepada kaisar dan juga kepada dewa Pan, yaitu sosok separuh kambing separuh manusia (di kuil Pan). Namun justru di tempat pusat penyembahan berhala ini Yesus berkata “…alam maut tidak akan menguasainya”.
Kita tidak bisa melakukan Kristenisasi dengan sembako. Untuk menjadi orang percaya, maka seseorang harus mengalami ‘encounter’ dengan Yesus, harus mendapatkan pewahyuan dari surga. Setiap kita harus minta pewahyuan dari Tuhan agar bisa menjawab seperti Petrus.
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (Matius 16:13)
Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16)
Herodes memiliki pandangan bahwa Yesus adalah reinkarnasi Yohanes Pembaptis. Orang lain mengatakan bahwa Yesus adalah Elia, karena mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya. Ada juga yang mengatakan bahwa Yesus adalah Yeremia, karena Yesus beberapa kali menangis. Tetapi hanya Mesias yang bisa menjadi Raja.
Ketika Yesus berkata “Di atas batu karang ini…”, perkataan ini mengacu bukan kepada Petrus, tetapi Petra (batu karang yang besar sekali). Yesus mengacu kepada diri-Nya sendiri. Ini menjadi suatu jaminan bagi kita, karena jemaat-Nya dibangun di atas kuasa kebangkitan-Nya, maka kuasa kegelapan tidak akan pernah bisa menguasainya.
Dan Akupun berkata kepadamu: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16:18)
Kata ‘jemaat’ dalam bahasa Yunani adalah ‘ekklesia’ yang artinya pertemuan dewan kota (dewan kota yang memerintah bersama Raja).
“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
(Matius 16:19-20)
Untuk bisa masuk ke kamar hotel, saat ini tidak lagi menggunakan kunci tetapi kartu. Yang penting adalah kita tahu PIN-nya. Demikian juga kita diberikan kunci Kerajaan Surga. Yang penting kita tahu PIN-nya yaitu “YESUS”.
Maut dan Segala Bentuk Ketakutan Sudah Dikalahkan
“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” (Ibrani 2:14-15)
Hidup manusia dipenuhi dengan segala bentuk ketakutan, misalnya takut mati, takut tidak bisa makan, dan sebagainya. Maut dan ketakutan adalah senjata Iblis yang melumpuhkan. Namun dengan kematian Yesus, kuasa Iblis sudah dihancurkan. Jangan lagi mau dikuasai oleh ketakutan yang tidak berdasar. Bagi orang percaya, maut sudah ditelan dalam kematian. Berani hidup sebagai martir, yang artinya siap mati, karena percaya kepada fakta bahwa Yesus telah bangkit. Amin. (VW)