THE VALLEY OF DECISION
Bacaan Setahun:
Kej. 24:1–67
Mat. 9:14–38
Mzm. 8:1–9
“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: Kuperhadapkan kepadamu kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya kamu hidup, baik kamu maupun keturunanmu,” (Ulangan 30:19 – TB2)
Tema utama renungan bulan Januari 2026 adalah The Valley of Decision atau Lembah Penentuan. Dalam Alkitab, lembah sering menggambarkan momen kritis, ketika manusia berdiri di antara dua pilihan besar. Kata decision berasal dari bahasa Latin decidere — “memotong,” “menentukan”— sebuah tindakan final yang mengakhiri keraguan. Lembah Penentuan adalah tempat rohani di mana Tuhan menempatkan kita pada persimpangan hidup, memanggil kita untuk memilih dengan sadar arah masa depan. The Year of Decision/Tahun Penentuan berarti satu musim, masa, atau fase hidup di mana Tuhan mengundang kita membuat keputusan yang akan menentukan kualitas hidup rohani, keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan masa depan kita. Mari kita belajar tiga hal tentang The Valley of Decision.
Yang pertama, Hidup dan Tinggal di Lembah Penentuan. Yoel 3:14, “Banyak orang berada di lembah penentuan…” Kata “penentuan” (charuts – חָ רוּץ) berarti ketetapan yang tegas, keputusan yang tidak bisa ditunda. Pada masa itu, Israel sedang menghadapi penghakiman; Yoel mengingatkan bahwa Tuhan menuntut respon. Kita hidup di tengah perubahan zaman, tekanan moral, dan keputusan keluarga yang berat. Lembah Penentuan adalah tempat Tuhan memanggil kita untuk berhenti mengambang dan mulai menetapkan arah rohani dengan jelas.
Yang kedua, Pilihlah Kehidupan. – Yohanes 10:10, “Aku datang supaya mereka
mempunyai hidup…” Kata “hidup” dalam Ulangan 30:19 memakai kata Ibrani chayim (חַ יִּים)
hidup yang penuh, bertumbuh, berkembang, dan diberdayakan. Pada masa itu, Musa menegaskan bahwa hidup rohani Israel bergantung pada respons mereka terhadap Firman. Kita harus memilih disiplin rohani, memilih membangun karakter Kristus, memilih hubungan yang sehat, dan memilih jalan yang membawa hidup—bukan kemunduran.
Yang ketiga, Pilihlah Berkat. Amsal 10:22, “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya…” Kata “berkat” (berakhah – בְּ ָרכָה) mengandung arti penyertaan, kelimpahan, dan kemampuan dari Tuhan. Pada masa itu: Israel bisa berjalan dalam berkat jika hidup setia kepada Allah. Kita memilih berkat ketika kita memilih ketaatan, integritas, kemurahan hati, dan hidup yang tunduk pada pimpinan Roh.
Setiap orang pasti masuk Lembah Penentuan. Tuhan sudah menaruh kehidupan dan berkat di depan kita—tetapi kitalah yang harus memilih. Ketika kita menetapkan hati, memilih hidup, dan memilih berkat, Tuhan akan membuka jalan baru dan membawa kita keluar dari lembah menuju musim yang baru. Stay blessed. (DW)
Questions:
1. Penderitaan apa yang sedang anda alami saat ini?
2. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kehidupan jemaat di Smirna?
Values:
Apapun pergumulan kita hari ini, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang peduli akan ada upah bagi setiap kita yang setia sampai akhir.
Kingdom Quotes:
Jemaat di Smirna simbol dari iman yang tetap teguh walau diuji oleh api, iman sejati diuji dalam kesetiaan, bukan dalam kenyamanan.