Dalam kehidupan sehari-hari, ujian pemurnian selalu menghampiri secara mendadak dan ujian tersebut berlaku seumur hidup. Kita tidak boleh menyangka bahwa api pemurnian ada waktu hentinya kecuali ketika kita kembali ke rumah Bapa, maka ujian/api pemurnian tersebut sudah selesai.
Kita akan belajar ketika air mata dan pengharapan berjalan beriringan. Air mata berbicara ketika kondisi kita sedang dalam proses sekolah Tuhan dalam koridor kebenaran Allah sehingga pemurnian terjadi. Pengharapan pada Yesus Kristus, Tuhan kita harus menjadi wujud nyata bahwa Tuhan tetap baik sekalipun keadaan tidak baik.
Maka, ketika air mata dan pengharapan berjalan bersamaan, kita harus melatihnya agar iman kita semakin bertumbuh dalam Kristus.
IMAN YANG TERUS BERTUMBUH DI DALAM KRISTUS
(3) “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, (4) untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. (5) Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.” (1 Petrus 1:3-12)
Studi riset dari New York University mekatakan bahwa ketika bayi belajar berjalan dari usia 7-12 bulan dapat mengalami puluhan hingga ratusan kali jatuh. Demikian juga dengan orang percaya, kita harus sadar bahwa dalam pemurnian kita diciptakan serupa dengan Dia dan dikuatkan oleh-Nya agar seiring bertambahnya usia, kita semakin tidak gentar dan berkomitmen melayani Kristus.
HIDUP DALAM SIKAP SYUKUR ATAS SALIB DAN KEBANGKITAN KRISTUS
Salib Kristus mengajarkan kasih dan anugerah Allah. Ketika pemurnian tiba, kita harus memiliki sikap bersyukur. Bila salib Kristus mengajarkan kasih, maka Kebangkitan memberikan pengharapan. Dengan memiliki hidup yang penuh syukur, semakin mendorong kita untuk hidup di dalam Dia. Maka, sikap bersyukur sesungguhnya penting bagi orang percaya, sebab Kasih Tuhan sungguh nyata atas kita dan membawa kita pada pengertian akan pengharapan.
Bersyukur menyadarkan kita bahwa salib Kristus telah membayar lunas hutang dosa dan kebangkitan Kristus membuka pintu masa depan orang percaya, bukan karena kuat dan gagah manusia melainkan karena Anugerah Tuhan sehingga nama Tuhan dipermuliakan
BERSUKACITA MENJALANI PROSES ”SEKOLAH TUHAN”
(6) “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. (7) Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.” (1 Petrus 1:6-7)
Orang percaya harus bersukacita dalam menjalani proses ujian dari Tuhan. Setiap badai yang dihadapi orang percaya adalah pelajaran dan setiap ujian adalah guru, setiap pengalaman adalah didikan serta setiap kesukaran adalah mengembangkan kita. Pemurnian sama dengan ujian. Jika UAS (Ujian Akhir Semester) bertujuan mendapatkan nilai tetapi Pemurnian dari Tuhan itu adalah proses mengubah nilai kehidupan.
PERCAYA DAN MENGASIHI TANPA MELIHAT
(8) “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan.” (1 Petrus 1:8)
Keyakinan orang percaya untuk datang kepada Yesus Kristus bukan berasal dari pengetahuan akan janji Tuhan, melainkan percaya akan janji Allah dan kasih melakukannya. Jelas sekali bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita melainkan menyertai kita di tengah pemurnian. Kita memohon kekuatan melalui doa, kita bersikap bijak melalui kesabaran, tubuh, roh dan jiwa kita sehat melalui kegembiraan dan kita dapat bersikap tenang melalui ungkapan syukur, itulah tujuan yang perlu dilatih tentang percaya dan mengasihi tanpa melihat.
MENGUTAMAKAN MANUSIA BATIN DARIPADA MANUSIA JASMANI (LAHIRIAH)
(9) “karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. (10) Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. (11) Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. (12) Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh
malaikat-malaikat.” (1 Petrus 1:9-12)
Mengenai manusia jasmani, itu adalah bagian dari diri kita yang terlihat secara fisik. Sedangkan manusia batin adalah bagian dari kita di dalam, yaitu Roh, Hati dan Pikiran yang diperbarui oleh Tuhan. Sebagai orang percaya, kita perlu merawat tubuh jasmani kita dengan disiplin, tetapi kita perlu memelihara manusia batin kita melalui doa dan mewujudkan kasih. Tubuh jasmaniah hanya menopang kehidupan kita sementara sebab semua manusia pasti mati sedangkan manusia batiniah kita menentukan kehidupan kekal kita.
Maka, janganlah kita hanya melatih fisik kita yang kuat, tetapi juga bangunlah sikap hati yang teguh.
Hari ini, promosi Tuhan tetap disediakan bagi kita. Maka, pemurnian apapun yang terjadi, tetaplah percaya bahwa hal itu bukan untum menghancurkan melainkan untuk menaikkan level dan kita akan menikmati pesta yang lebih meriah di hari-hari selanjutnya. (AH)
IMAN YANG TERUS BERTUMBUH DI DALAM KRISTUS
- HIDUP DALAM SIKAP SYUKUR ATAS SALIB DAN KEBANGKITAN KRISTUS
- BERSUKACITA MENJALANI PROSES ”SEKOLAH TUHAN”
- PERCAYA DAN MENGASIHI TANPA MELIHAT
MENGUTAMAKAN MANUSIA BATIN DARIPADA MANUSIA JASMANI (LAHIRIAH)