TIDAK JADI JAMINAN USIA TUA PASTI BERHIKMAT

TIDAK JADI JAMINAN USIA TUA PASTI BERHIKMAT

Bacaan Setahun:
Rut 1:1 – 2:23
Yohanes 9:1–34
Amsal 12:8–17

“Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian. Bukan orang yang lanjut umurnya yang mempunyai hikmat, bukan orang yang sudah tua yang mengerti keadilan.” (Ayub 32:8-9)

Apakah Anda mempunyai anak yang sudah mulai tumbuh dewasa? Ternyata butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk bisa memahami anak-anak saya yang sudah dewasa. Waktu mereka masih kecil, mereka bisa menuruti apa yang saya katakan, tetapi setelah mereka tumbuh dewasa, mereka bisa menolak bahkan bisa mengajak berdebat untuk suatu pendapat yang tidak sesuai dengan mereka. Kini, sepertinya saya yang harus mulai belajar untuk menerima penolakan mereka. Bahkan pada beberapa kesempatan mereka juga dapat menegur saya jika saya melakukan kesalahan menurut pandangan mereka. Ternyata apa yang dilakukan anak-anak saya, tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Elihu (Baca Ayub 32).

Elihu tidak bisa menerima ketika Ayub menganggap dirinya lebih benar dari Allah, demikian juga ia tidak bisa menerima ketiga sahabatnya yang selalu mempersalahkan Ayub. Sebagai orang yang lebih muda, semula Elihu enggan mengemukakan pendapatnya karena merasa malu dan takut. Wajar bila Elihu berpikir demikian. Namun, roh yang di dalam manusia dan napas Yang Maha Kuasa memberi Elihu pengertian (ayat 8-9), sehingga ia menegur Ayub dan ketiga sahabatnya.

Menjadi tua itu proses alami, tetapi menjadi dewasa itu pilihan. Sering kali, menjadi orang yang berusia lanjut selalu dirujuk sebagai teladan dan panutan oleh generasi muda. Anak-anak muda sebagai generasi penerus memerlukan sosok orang tua yang mengerti, menyelami dunia dan pergulatan mereka pada zaman yang jahat ini. Orang tua harus selalu menanamkan kebenaran firman bagi mereka, sehingga mereka tidak tersesat dalam pergaulan. Dengan demikian, para orang tua perlu membangun keterbukaan wawasan dan pemikiran bahwa dari anak-anak muda pun Tuhan bisa mengajarkan banyak hal kepada para orang tua. Bukan dari orang yang lanjut usia hikmat itu berada, tetapi hanya dari Tuhan hikmat itu berasal. “Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya. Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.” (Ayub 12:12-13)

Orang yang takut akan Tuhan pasti diberikan hikmat oleh Tuhan, karena sesungguhnya takut akan Tuhan itulah hikmat. Ayub 28:28 “tetapi kepada manusia la berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” Marilah kita melihat ke dalam diri kita, dan mintalah hikmat Tuhan, sebab hikmat Tuhanlah yang menentukan kematangan kita. (AU)

Questions:
1. Apakah Anda cukup terbuka untuk belajar, bahkan dari orang yang lebih muda?
2. Apakah Anda sudah menjadikan takut akan Tuhan sebagai dasar dalam setiap keputusan?

Values:
Bangun kerendahan hati untuk terus belajar dan carilah hikmat Tuhan dalam setiap musim kehidupan.

Kingdom Quotes:
Kedewasaan sejati bukan ditentukan oleh usia, tetapi oleh hati yang mau belajar dan takut akan Tuhan.