TIDAK KOMPROMI DENGAN DUNIA
Bacaan Setahun:
Gal. 6
Yeh. 2-3
Mzm. 149
“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.” (Wahyu 2:14-15)
Pada bagian ini kita akan merenungkan dan belajar dari pesan Yesus kepada Jemaat di Pergamus dalam kitab Wahyu 2:12-17. Kota Pergamus (atau Pergamum) terletak sekitar 80 km di utara Smirna, di Asia Kecil (sekarang Bergama, Turki). Kota Pergamus dikenal sebagai kota politik dan agama yang sangat penting pada zaman Romawi yang merupakan pusat penyembahan berhala dan kultus kaisar paling kuat di Asia Kecil. Di Pergamus terdapat altar Zeus yang sangat besar di puncak bukit yang oleh Yesus disebut sebagai tempat “…di mana takhta Iblis berada.”
Selain Altar Zeus, di Pergamus juga terdapat Kuil Asklepios, dewa penyembuhan dan Kuil Kaisar (dianggap sebagai simbol loyalitas politik terhadap Roma). Maka, hidup sebagai orang percaya di Pergamus sangat sulit, karena jika mereka menolak menyembah kaisar mereka dianggap sebagai pengkhianatan negara. Jemaat Pergamus tinggal di tengah lingkungan yang sangat jahat dan penuh penyembahan berhala. Namun sebagian tetap setia mempertahankan iman kepada Yesus, bahkan tercatat bahwa Antipas, salah satu dari mereka, mati martir karena imannya. Namun di tengah-tengah penganiayaan yang begitu berat tidak semua jemaat tetap murni. Yesus menegur beberapa di antara mereka yang berkompromi dengan ajaran sesat dengan mengikuti ajaran Bileam dan Nikolaus.
Ajaran Bileam mengacu pada kisah di Bilangan 25 dan 31:16 ketika Bileam menyesatkan bangsa Israel agar berzinah dengan perempuan Moab dan makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Ini berarti kompromi moral dan spiritual dengan mencampur iman dan penyembahan berhala, demi diterima oleh masyarakat Romawi. Sedangkan ajaran Nikolaus adalah kelompok yang mengajarkan bahwa anugerah Allah memberi kebebasan tanpa batas sehingga tidak masalah berpartisipasi dalam upacara berhala atau hidup dalam dosa. Gereja di Pergamus adalah simbol dari gereja yang mencampur kekudusan dengan dunia.
Gereja Pergamus mengingatkan kita bahwa bahaya terbesar bukanlah penganiayaan dari luar, tetapi kompromi dari dalam. Yesus memuji jemaat Pergamus karena tidak menyangkal iman, tapi juga menegur karena membiarkan dosa bercampur dengan iman. Mereka tidak menolak Yesus, tapi mereka mengizinkan sedikit racun dunia masuk. Mengikuti kebiasaan dunia demi diterima masyarakat, bergaul dengan dosa atas nama “toleransi,” dan menyembah Allah, tapi juga menikmati kenikmatan dunia tanpa batas.
Kristus sedang mencari gereja yang tidak kompromi dengan dunia yang tidak mencampur terang dengan gelap, tetapi setia pada kebenaran Firman walau tidak populer. Karena gereja yang lahir dari penginjilan sejati pun bisa kehilangan kemurnian, bila tidak waspada terhadap pengaruh dunia dan penyembahan berhala modern. (RSN)
Questions:
1. Di area mana kita cenderung berkompromi dengan nilai dunia?
2. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kehidupan jemaat di Pergamus?
Values:
Gereja yang lahir dari penginjilan sejati pun bisa kehilangan kemurnian, bila tidak waspada terhadap pengaruh dunia dan penyembahan berhala modern.
Kingdom Quotes:
Kompromi rohani yang paling berbahaya bukanlah penyangkalan terang-terangan, melainkan pencampuran iman dan dosa.