TIDAK SUAM-SUAM KUKU

TIDAK SUAM-SUAM KUKU 

Bacaan Setahun:

Ayb. 19:1 – 21:34
Mat. 21:1–17
Mzm. 18:1–6

“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” (Wahyu 3:15-16)

Jemaat di Laodikia adalah jemaat ke – 7 dari 7 Jemaat yang Yesus berikan pesan berupa teguran maupun apresiasi melalui pengelihatan Rasul Yohanes di Pulau Patmos. Pesan Yesus kepada jemaat Laodikia (Wahyu 3:14–22) adalah teguran paling keras, namun juga panggilan kasih yang paling dalam dari hati Tuhan kepada Gereja-Nya. Kota Laodikia terletak di Asia Kecil (Turki barat daya), tidak jauh dari Kolose dan Hierapolis. Kota ini terkenal sebagai kota yang sangat makmur dan merupakan pusat perbankan. Kota Laodikia juga terkenal sebagai kota industri penghasil wol hitam yang halus dan mahal dan menjadi pusat pengobatan mata yang menghasilkan salep mata paling manjur dan terkenal.

Kondisi kota inilah yang menjelaskan mengapa Yesus menegur kesombongan rohani mereka: “Engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa — padahal engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, malang, miskin, buta dan telanjang.” (Wahyu 3:17). Selain itu Yesus juga menegur kondisi jemaat yang suam – suam kuku, tidak dingin dan tidak panas. Artinya, mereka tidak sepenuhnya duniawi (dingin), tetapi juga tidak sungguh-sungguh untuk Tuhan (panas). Mereka setengah-setengah, suam-suam kuku — nyaman, religius, tapi tidak berapi-api. Itulah sebabnya Tuhan tidak dapat menerima sikap ini dan muak terhadap iman yang setengah hati sehingga akan dimuntahkan.

Jemaat di Laodikia adalah gambaran gereja masa kini yang aktif secara organisasi, tapi mati secara rohani. Kaya secara materi, tapi miskin dalam kasih. Berpakaian indah, tapi telanjang dalam kekudusan dan sibuk untuk Tuhan, tapi lupa akan pribadi Tuhan. Walaupun tegurannya keras, Yesus tidak menyerah terhadap gereja ini. Tuhan masih memberi kesempatan kepada gereja yang suam untuk bangkit, bertobat, dan dipulihkan. Yesus menunggu di depan pintu hati. Ia tidak memaksa masuk, tapi mengetuk dengan kasih sebab Kristus ingin masuk kembali ke dalam hati dan gereja-Nya yang telah menyingkirkan Dia tanpa sadar.

Panggilan yang sama juga Tuhan sedang kerjakan dalam hidup kita yang mulai dingin agar keluar dari zona nyaman dan menyala kembali dalam doa, penyembahan, dan kasih mula-mula. Ia masih menunggu kita untuk membuka pintu hati yang masih tertutup agar dapat masuk dan menyalakan kembali api kasih-Nya. Hanya pribadi Yesus yang ada di dalam hidup kitalah yang membuat hidup kita semakin menyala dalam kasih, murni dalam iman, dan hidup dalam kekudusan yang sejati. (RSN)

Questions:

1. Apakah Kristus masih di dalam hidup kita, atau sudah di luar dan mengetuk pintu?
2. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kehidupan jemaat di Laodikia?

Values:

Jangan biarkan hati suam; biarkan Kristus tinggal dan mengubah hidup kita agar tetap menyala dalam kasih, iman, dan kekudusan.

Kingdom Quotes:

Gereja yang sejati bukan yang paling megah, tetapi yang paling menyala karena kasih kepada Kristus.