TUA-TUA KELADI

Bacaan Setahun: 
Yes. 7-9 
1 Tes. 3 

TUA-TUA KELADI 
“Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja. Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.” 1 Raja-Raja 1:3-4

Sudah tidak asing lagi bagi telinga kita sebuah istilah dalam bahasa Indonesia yang berbunyi, “Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi”. Ketika mendengar istilah tersebut biasanya pikiran kita langsung tertuju kepada seseorang yang sudah tua dengan gaya seperti anak muda atau lebih parah lagi sifat dan tindakannya tidak senonoh, seperti mata keranjang, suka selingkuh.

Sebenarnya istilah tua-tua keladi bisa dimaknai secara positif, yaitu seseorang yang semakin tua semakin arif dan bijaksana atau semakin menunjukkan tindakan yang membanggakan sebagai teladan. Pemakaian istilah tersebut dalam arti positif cocok dikenakan kepada seorang pemimpin seperti Daud yang semakin tua semakin bijaksana dan bisa menjadi teladan bagi banyak orang. Paling tidak ada dua hal yang dilakukan Daud yang membuat dia layak untuk mengenakan gelar “tua-tua keladi” dalam arti yang positif, yaitu: Pertama, di usia tuanya Daud menghindari tindakan amoral (1 Raj 1:3-4).

Sepertinya lingkungan Daud saat itu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepadanya untuk melakukan tindakan amoral. Abisag, gadis cantik yang dibawa kepada Daud untuk merawat dan melayaninya, tetapi, “Raja tidak bersetubuh dengan dia”. Ini jelas bertolak belakang dengan tindakan Daud ketika masih muda, yaitu ketika dia “memelototi” Batsyeba saat mandi dan tidur dengannya setelah itu, padahal Batsyeba adalah istri orang, istri prajuritnya sendiri. Daud menyadari kesalahan itu dan sebagai pemimpin yang baik Daud mempertahankan komitmennya sampai menjelang tutup usia.
Kedua, di usia tuanya Daud menghindari kebohongan (1 Raj 1:28-30). Daud pernah berjanji kepada Batsyeba untuk mendudukkan Salomo sebagai raja menggantikan dia. Ketika diingatkan akan janjinya, Daud tidak mengelak dan tidak beralasan untuk membohongi Batsyeba, Daud menepati janjinya. Pemimpin yang mau menepati janjinya seperti Daud inilah yang sangat dibutuhkan bawahannya, bukan sekedar janji.

Jikalau Anda ingin menjadi seorang pemimpin yang “tua-tua keladi” dalam arti positif?
Teladanilah Daud. Pemimpin yang baik mewariskan teladan yang baik bagi generasi berikutnya. Anda setuju? (AU)

Question:
1. Apa yang dimaksud dengan menjadi tua-tua kelada dalam arti yang positif?
2. Sebagai orang yang lebih tua, teladan apa yang sudah Anda berikan kepada generasi di bawah Anda?

Values:
Jadilah tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi teladan dalam banyak hal.

Kingdom Quote:
Pemimpin yang baik mewariskan teladan yang baik bagi generasi berikutnya.