TUHAN DALAM MARKETPLACE

TUHAN DALAM MARKETPLACE 

Bacaan Setahun:

Kel. 25:1 – 26:37, Mrk. 4:30 – 5:20, Mzm. 23:1–6

“Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka berkerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.” (Kisah Para Rasul 18:3)

Dr. Miles Monroe berpendapat bahwa Tuhan telah mengutus para pengikut-Nya untuk menanamkan nilai-nilai Kristen pada tujuh pilar utama masyarakat, yaitu agama, keluarga, pendidikan, pemerintahan, media, seni dan hiburan, serta bisnis.

Rasul Paulus dikenal sebagai rasul yang luar biasa, tetapi tidak banyak orang menyadari bahwa ia juga seorang pengusaha yang berhasil di bidang pembuatan tenda. Paulus bukan hanya berkhotbah di mimbar, tetapi juga bekerja di marketplace, menjadikan pekerjaannya sebagai sarana untuk memberitakan Injil. Tuhan menghendaki setiap orang percaya memiliki semangat yang sama seperti Paulus, yaitu profesional dalam pekerjaan sekaligus setia mengerjakan visi Tuhan. Apa pun yang kita lakukan, baik di kantor, rumah, sekolah, maupun dalam pelayanan, hendaknya dilakukan bukan untuk manusia, melainkan untuk Tuhan.

Tuhan menempatkan kita dalam profesi yang kita jalani saat ini bukan tanpa tujuan, melainkan untuk maksud Ilahi. Paulus berjumpa dengan Akwila dan Priskila karena mereka memiliki pekerjaan yang sama. Pertemuan itu bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah divine connection. Oleh sebab itu, kita tidak seharusnya memandang rekan kerja atau mitra bisnis hanya sebagai pertemuan biasa. Bisa jadi, mereka adalah “Akwila dan Priskila” yang Tuhan kirimkan untuk menggenapi rencana-Nya.

Paulus membangun reputasi yang baik melalui kualitas pekerjaannya. Ia tidak membuat tenda secara asal-asalan, melainkan dengan kualitas yang tinggi. Karena itu, Paulus dikenal bukan hanya sebagai rasul, tetapi juga sebagai pengusaha yang terampil, tekun, berdedikasi, dan berintegritas. Tuhan dapat menempatkan kita di tempat kita sekarang bukan semata-mata untuk mencari nafkah, melainkan untuk menjadi terang dan saksi. Apa pun yang kita kerjakan, lakukanlah dengan kualitas terbaik, sebab melalui hasil kerja kita, nama Tuhan dapat dipermuliakan.

Meskipun Paulus adalah seorang pengusaha, ia tidak pernah menjadikan pelayanan sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi. Ia tidak mencampuradukkan misi rohani dengan kepentingan bisnis. Dalam pelayanannya, Paulus berfokus sepenuhnya pada Kristus. Pelayanannya bersifat murni, tidak mencari keuntungan, melainkan memberi diri untuk melayani Tuhan dan sesama. Paulus tidak memberitakan Injil dengan kata-kata kosong, tetapi melalui kehidupan yang nyata. Cara hidup dan cara kerjanya berbicara lebih dahulu sebelum ia menyampaikan Firman. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang excellent dalam dunia pekerjaan, agar melalui sikap, etos kerja, dan pelayanan kita, orang lain dapat tertarik kepada Allah yang kita sembah. (AU)

Questions:

1. Apakah pekerjaan anda saat ini sudah anda jalani sebagai panggilan Tuhan atau sekadar sarana mencari nafkah?
2. Apakah cara anda bekerja sudah mencerminkan Kristus yang anda imani?

Values:

Sebagai warga Kerajaan harus bisa menjadi terang melalui kualitas kerja, sikap, dan integritas, bukan hanya lewat kata-kata, tetapi kehidupan nyata.

Kingdom Quotes:

Pekerjaan yang dilakukan dengan integritas adalah mimbar yang paling nyata untuk memuliakan Tuhan.