TUHAN TAK PERNAH INGKAR JANJI
Bacaan Setahun:
Luk. 5:1-26
Yeh. 48
Yes. 66
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)
Akhir tahun adalah saat yang tepat untuk kita berhenti sejenak dan melihat kembali perjalanan hidup selama 12 bulan terakhir. Mungkin sudah begitu banyak lika-liku kehidupan yang telah kita lalui, bahkan ada hal-hal tak terduga yang tidak pernah kita rencanakan sebelumnya pun terjadi dalam hidup kita. Evaluasi tidak selalu tentang memikirkan kegagalan atau penyesalan. Sebaliknya, jika saat ini kita masih ada itu karena Tuhan baik dan tugas kita di bumi belum selesai. Masih ada kesempatan untuk mengenal kasih dan rencana-Nya lebih dalam.
Kadang kita berpikir bahwa kegagalan berarti Tuhan tidak lagi menyertai kita. Namun sesungguhnya, kegagalan adalah bagian dari proses Tuhan membentuk hati dan “sekolah” tempat Tuhan membentuk karakter kita. Kegagalan bukan akhir — itu adalah tempat di mana kasih karunia Tuhan mulai bekerja dalam hidup kita. Saat semua tampak hancur, apa yang kita rencanakan di awal tahun tidak sesuai dengan harapan atau mungkin kita belum melihat hasilnya, tapi percayalah bahwa Tuhan sedang mengajar kita untuk terus bergantung pada-Nya karena Dia sedang mempersiapkan kita untuk tanggung jawab yang lebih besar. Yesaya 40:31 menuliskan: “Orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang.”
Jadi, jangan berhenti di tempat kita jatuh, tetapi kita harus bangkit, bukan dengan kekuatan diri sendiri, tetapi dengan kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam kita. Kita bangkit bukan karena kita kuat, tetapi karena Tuhan yang memegang hidup kita tidak pernah gagal. Firman Tuhan dalam Amsal 24:16a mengatakan: “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, …” Mintalah Roh Kudus menyalakan kembali api iman, keberanian, dan pengharapan akan janji-Nya. Tuhan tidak sedang mencari orang yang sempurna, tetapi hati yang mau diajar, mau bangkit dan tetap setia walau jatuh. Petrus pernah menyangkal Yesus, namun Yesus tetap datang kepadanya dan memulihkan panggilannya. Daud pernah gagal besar, tetapi ketika ia bertobat, Tuhan memulihkan hidupnya dan tetap menyebutnya “orang yang berkenan di hati-Ku.”
Di akhir tahun ini jika masih banyak hal yang belum kita capai dan kita merasa gagal, ingatlah janji Tuhan. Sebab janji-Nya membantu kita untuk terus bangkit dan membangun hubungan yang erat dengan Dia. Melalui janji-Nya, Dia mengajarkan kita untuk bergantung sepenuhnya pada pimpinan dan penyediaan-Nya sebab Tuhan tak pernah ingkar janji. Bersiaplah memasuki tahun yang baru bersama pimpinan-Nya sebab Tuhan ingin menulis bab baru dalam hidup kita. (RSN)
Questions:
1. Bagaimana hasil evaluasi hidup anda di tahun ini?
2. Bagaimana respon anda menghadapi kegagalan atau rencana yang belum tercapai?
Values:
Kegagalan adalah bagian dari proses dan ‘sekolah’ Tuhan dalam membentuk karakter kita supaya tetap rendah hati, bergantung pada-Nya dan siap menerima tanggung jawab yang lebih besar.
Kingdom Quotes:
Tuhan tidak sedang mencari orang yang sempurna, tetapi hati yang mau diajar, mau bangkit dan tetap setia walau jatuh.