TUHAN YANG MENINGGIKAN DAN MERENDAHKAN

TUHAN YANG MENINGGIKAN DAN MERENDAHKAN 

Bacaan Setahun:

Mrk. 13:1-13
1 Raj. 6
Hos. 8

“Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orangorang yang rendah.” (Lukas 1:52)

Begitu banyak berita yang kita dengar setiap hari, baik melalui surat kabar, televisi, maupun media sosial yang kini mudah diakses lewat ponsel. Banyak berita memuat kisah tentang para pemimpin yang dulu berkuasa, namun dijatuhi hukuman karena perbuatan mereka yang merugikan bangsa dan negara. Dari posisi yang tinggi, mereka jatuh dan kehilangan kekuasaan.

Hal ini mengingatkan kita pada kisah Raja Nebukadnezar dalam Daniel 4:33, ketika ia direndahkan oleh Tuhan karena kesombongannya. Ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu. Allah menunjukkan bahwa hanya Dia yang memegang kendali atas hidup manusia—Dia dapat meninggikan dan juga merendahkan.

Tuhan tidak hanya menggunakan orang-orang yang berpengaruh, tetapi juga dapat memakai orang yang dianggap rendah di mata dunia untuk menggenapi rencana-Nya. Salah satu contohnya adalah Rahab, seorang perempuan sundal dari Yerikho. Meskipun berasal dari latar belakang kafir dan dianggap hina, ia percaya kepada Allah Israel dan menunjukkan imannya melalui tindakan. Rahab menolong dua pengintai yang diutus oleh Yosua (Yosua 2:10–11). Ia menyembunyikan mereka dan membantu mereka meloloskan diri. Alkitab mencatat bahwa karena imannya, Rahab tidak turut binasa bersama orang-orang durhaka (Ibrani 11:31) dan dibenarkan karena perbuatannya (Yakobus 2:25).

Keselamatannya menjadi bukti bahwa Allah menerima siapa saja yang takut akan Dia dan mengamalkan kebenaran, tanpa memandang latar belakang. Rahab kemudian tinggal di tengah-tengah bangsa Israel (Yosua 6:25), dan dari keturunannya lahirlah Mesias, Tuhan Yesus Kristus (Matius 1:5–6). Seorang yang dulunya hina dan tersisih, diangkat Tuhan menjadi bagian penting dalam garis keturunan Sang Juru Selamat.

Inilah prinsip kedaulatan Allah: Ia meninggikan yang rendah dan merendahkan yang congkak. Kita tidak ditentukan oleh masa lalu, tetapi oleh respons iman kita kepada Allah yang hidup. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan diri sendiri atau orang lain berdasarkan status sosial, latar belakang, atau kesalahan masa lalu. Allah melihat hati dan iman kita, bukan sekadar penampilan luar. Ketika kita menyerahkan hidup kepada Tuhan dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya, Dia dapat memakai kita untuk rencana-Nya yang mulia. Ingatlah selalu, Allah sanggup mengubah apa yang tampak biasa menjadi luar biasa, dan yang hina menjadi terhormat. (AU)

Questions:
1. Bagaimana Allah menunjukkan kuasa-Nya dalam meninggikan yang rendah dan merendahkan yang congkak dalam kehidupan kita sehari-hari?
2. Apa yang dapat kita pelajari dari iman Rahab?

Values:
Kerendahan hati, iman, dan pengharapan dalam kuasa Allah akan mengubah kehidupan dan status seseorang demi tujuan-Nya yang mulia.

Kingdom Quotes:
Allah sanggup meninggikan yang rendah dan memakai siapa saja yang percaya kepada-Nya, karena di tangan-Nya, yang biasa pun menjadi luar biasa.