UJIAN DAN COBAAN

UJIAN DAN COBAAN 

Bacaan Setahun:

Kel. 33:7 – 34:35, Mrk. 7:1–30, Mzm. 25:8–15

“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” (Ayub 23:10)

Setiap orang percaya senantiasa diperhadapkan dengan ujian (trial) dan cobaan (temptation/godaan) di dalam hidupnya. Ujian datangnya dari Tuhan dan dipakai untuk membuktikan keaslian iman kita, memberi nilai positif, mambawa kita naik kelas dan dipercayakan lebih lagi. Sebaliknya pencobaan datangnya dari Iblis yang selalu menggoda kita agar kita jatuh, tersungkur, tidak bisa bangun lagi dan terhilang dari Tuhan karena iblis selalu mencuri, membunuh, dan membinasakan (Yohanes 10:10).

Seringkali kita sulit membedakan antara ujian dan pencobaan. Tuhan menguji hidup kita tetapi Tuhan tidak mencobai kita (Yakobus 1:13). Seperti halnya pencobaan yang dipakai Iblis untuk mencobai Tuhan Yesus, pencobaan yang digunakan iblis untuk mencobai kita adalah melalui keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup yang menyeret dan memikat hidup kita untuk berbuat dosa. Di sinilah kita butuh iman, ketekunan dan pengharapan supaya kita dapat bertahan dan tidak goyah menghadapi godaan iblis.

Ujian diperlukan agar iman kita semakin teguh. Ketekunan lahir dari tekanan dan ujian. Dan pengharapan bukanlah optimisme positif, tetapi pengharapan yang bersumber pada karakter dan janji Tuhan. Ujian yang dihadapi Ayub adalah contoh ujian iman yang paling dalam. Saat ujian datang, ia tentunya bingung, terluka, dan bergumul, namun di tengah semua pertanyaannya, Ayub memiliki satu kepastian bahwa Tuhan mengetahui jalan hidupnya. Ayub tidak tahu mengapa ia diuji, tetapi ia tahu siapa yang memegang hidupnya. Inilah iman sejati, yaitu percaya bukan karena mengerti, tetapi karena mengenal Pribadi Allah.

Ayub memakai gambaran emas yang dimurnikan oleh api. Api tidak bertujuan memusnahkan emas, melainkan menghilangkan kotoran yang ada. Api ujian mungkin panas, tetapi emas tidak akan hancur, tetapi hanya dimurnikan. Demikian pula dengan ujian yang kita hadapi untuk mengungkapkan isi hati, memurnikan iman dan menaikkan kualitas rohani. Tuhan mengizinkan ujian bukan untuk menjatuhkan Ayub, tetapi untuk menyingkapkan iman yang murni dan tak tergoyahkan.

Jika ujian datang tetaplah percaya bahwa Allah senantiasa memimpin perjalanan hidup kita karena Ia tahu jalan hidup kita. Teruslah melangkah sekalipun perjalanan itu begitu berat karena ujian bukan tanda Tuhan meninggalkan, tetapi bukti Ia sedang bekerja. Miliki pengharapan hanya kepada firman dan janji-janji Tuhan karena ketika kita diam di hadirat-Nya bukanlah menyerah, melainkan percaya pada proses-Nya yang akan menghasilkan kedewasaan rohani. (RSN)

Questions:

1. Apakah perbedaan ujian dan pencobaan?
2. Bagaimana respons kita menghadapi ujian dan cobaan? Diskusikan!

Values:

Ujian datangnya dari Tuhan untuk membuktikan keaslian iman kita dan pencobaan pencobaan datangnya dari Iblis untuk menghancurkan hidup kita.

Kingdom Quotes:

Iman yang sejati percaya bukan karena mengerti, tetapi karena mengenal Pribadi Allah.